Suara.com - Kata siapa bayi tidak mengenal waktu dan tidak bisa membedakan siang dan malam? Mereka bisa, kok, membedakan aiang dan malam. Bagaimana caranya? Ternyata, mereka bisa mengetahui perbedaan waktu lewat ASI atau air susu ibu.
Ya, ASI lebih dari sekadar makanan. ASI juga menyediakan informasi sehari-hari untuk bayi, karena komposisi ASI berubah sepanjang hari. Pada pagi hari, misalnya, ASI akan mengandung zat berenergi sebagai bekal bayi memulai hari. Di malam hari, ASI akan mengeluarkan zat yang menenangkan.
Para peneliti percaya "chrononutrition" ini dapat membantu program biologis sirkadian bayi, sebagai pencatat waktu internal yang memungkinkan bayi untuk membedakan siang dan malam.
Namun, apa yang terjadi ketika bayi minum susu yang tidak langsung berasal dari payudara, tetapi ASI perah yang dipompa pada waktu yang berbeda dan disimpan sebelum menyusui? Para ahli belum melihat efek hal tersebut pada perkembangan bayi, namun yang jelas memiliki implikasi.
Nah, untuk mengetahui hubungan antara ASI dengan jam sirkadian bayi, berikut penjelasan para ahli, dilansir dari Neuro Science News.
Jam tubuh sepanjang hari
Jam tidur, makan, dan energi semuanya menunjukkan ritme sirkadian, yang berarti mereka mengikuti siklus harian. Seperti yang diketahui orangtua mana pun, bayi tidak dilahirkan dengan ritme teratur.
Sebaliknya, perasaan siang dan malam mereka berkembang selama minggu-minggu maupun bulan-bulan pertama kehidupan mereka, berkat isyarat seperti sinar matahari dan kegelapan saat malam.
Setiap bayi bervariasi
Beberapa bayi menunjukkan jam sirkadian yang dapat diprediksi terkait dengan hormon kewaspadaan, waktu tidur, dan nafsu makan. Tapi, ada juga bayi yang tampaknya memiliki ritme harian terbalik selama berbulan-bulan, misalnya tidur sepanjang hari saat siang dan mengajak bermain di malam hari.
Keterlambatan pengembangan biologis sirkadian dapat meningkatkan risiko kolik dan menyebabkan masalah pertumbuhan maupun pemberian makan. Inilah yang menjelaskan, mengapa ada bayi yang tidur sepanjang malam, sedangkan yang lain berjuang untuk begadang karena jam tidur mereka tidak sesuai jadwal.
Baca Juga: Pekan Menyusui Sedunia 2019 : AIMI Gelar Menyusui Serentak
Aliran ASI
ASI berubah secara dramatis sepanjang hari. Sebagai contoh, kadar kortisol atau hormon yang meningkatkan kewaspadaan, tiga kali lebih tinggi pada pagi hari dibandingkan pada malam hari. Sedangkan kelatonin, yang mempromosikan tidur dan pencernaan, hampir tidak dapat dideteksi di dalam ASI yang dikeluarkan pada siang hari, tetapi kadarnya justru meningkat pada malam hari dan memuncak sekitar tengah malam.
ASI malam juga mengandung kadar blok pembangun DNA tertentu yang membantu meningkatkan tidur yang sehat. ASI siang, sebaliknya, memiliki lebih banyak asam amino penambah aktivitas daripada ASI malam hari. Zat besi dalam ASI memuncak pada siang hari; dan vitamin E memuncak pada malam hari. Mineral seperti magnesium, seng, kalium dan natrium semuanya tertinggi di pagi hari.
Sangat masuk akal bahwa kronosignal dalam ASI akan membantu membentuk biologi sirkadian mereka. Karenanya, perbedaan dalam pola pemberian ASI dapat membantu menjelaskan mengapa ada perbedaan dalam ritme sirkadian harian dari satu bayi ke bayi lainnya.
Pesan yang salah dalam susu?
Dulu, ASI hanya dapat dikonsumsi langsung dari payudara. Sekarang, dengan munculnya pompa payudara dan proses penyimpanan di lemari es, itu tidak lagi menjadi masalah. Menurut survei 2005-2007, lebih dari 85 persen ibu menyusui di Amerika Serikat (AS) memompa ASI mereka.
Apa yang terjadi ketika bayi minum susu malam di pagi hari, atau susu pagi di sore hari? Para ahli mengungkap mereka tidak tahu secara pasti.
Memberikan bayi botol yang berisi ASI pagi saat malam hari, dengan kortisolnya yang tinggi dan melatonin yang rendah, mungkin membuat bayi akan lebih segar di malam hari dan mengantuk di pagi hari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua