Suara.com - Ada berbagai cara untuk membuat tubuh tetap langsing. Namun, satu cara ini sangat tidak direkomendasikan, yaitu dengan memuntahkan kembali makanan yang sudah dikonsumsi.
Meski begitu, inilah yang dilakukan oleh gadis asal China yang tergabung dalam sebuah komunitas di platform media sosial.
Melansir World of Buzz, gadis-gadis ini berpikir bahwa mereka dapat menurunkan berat badan lebih cepat jika mereka tidak membiarkan tubuh mencerna makanan sama sekali.
Komunitas tersebut juga mempunyai group chat sendiri yang memudahkan mereka untuk 'berdiskusi'.
Mereka saling memandu dalam memuntahkan makanan dengan berbagai cara untuk menurunkan berat badan. Itu termasuk cara memasukkan selang kecil panjang ke dalam tenggorokan untuk menyebabkan muntah.
Tidak hanya itu, cara lainnya adalah menekan bagian belakang tenggorokan dengan tangan, memasukkan selang kecil panjang, serta muntah secara alami tanpa alat apapun.
Seorang gadis yang perlu masuk ujian model dan telah menghabiskan 8 bulan untuk menurunkan berat badannya dari 85 kilogram menjadi 35 kilogram. Dia pun mengikuti komunitas ini untuk mencari saran bagaimana cara memertahankan berat badannya itu.
Akhirnya ia menggunakan cara memasukkan selang untuk memancing makanan keluar dari perutnya.
Sayangnya, hal ini justru membuat dirinya kehilangan nafsu makan. Tak lama setelahnya, ia menderita anoreksia dan bulimia yang dapat menyebabkan banyak masalah psikologis.
Baca Juga: Hingga Muntah Darah, Apa yang Dilakukan Jika Kena Hepatitis Tingkat Lanjut?
Kasus lainnya, seorang gadis berusia 14 tahun menderita obsessive vomiting. Ini menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit di tubuhnya dengan gejala seperti pusing dan pembengkakan anggota badan.
Dia mengatakan dirinya menggunakan cara menekankan tangan ke tenggorokannya dan sudah dilakukannya selama setahun. Tak puas, ia pun menggunakan cara memasukkan selang kecil.
Selang yang digunakan berukuran sekitar 1 sentimeter hingga 3 sentimeter. Panjangnya 65 sentimeter hingga 90 sentimeter.
Pipa kecil ini terbuat dari PVC (polivinil klorida) atau bahan silikon dan dijual pada platform e-commerce dengan harga senilai Rp57 ribu hingga Rp75 ribu.
Menurut beberapa penjual selang, jumlah group chat yang mereka kelola telah meningkat, yakni dari 256 menjadi 500 hanya dalam satu bulan.
Padahal, para ahli telah mengatakan terlalu sering muntah sangat berbahaya. Asam di dalam perut secara bertahap akan merusak kerongkongan dan bahkan sampai memengaruhi kesuburan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini