Gangguan makan yang juga sering terjadi pada perempuan adalah bulimia nervosa. Bulimia adalah gangguan makan dengan siklus makan banyak terlebih dahulu kemudian dikeluarkan kembali setelahnya. Hal ini biasanya terjadi pada wanita yang melepaskan stres, rasa cemas, hingga depresi dengan cara makan banyak.
Tetapi, keinginan makan banyak tersebut hanya bertahan sementara hingga stres tersebut hilang. Lalu, muncul rasa bersalah karena dirinya telah makan terlalu banyak.
Hal itu memicunya untuk mengeluarkan kembali makanan itu dengan cara ekstrem seperti olahraga berlebihan atau memuntahkan makanan. Hal-hal tersebut dianggap sebagai ‘penebusan dosa’ akibat makan yang terlalu banyak.
Pada perempuan, pola makan seperti ini juga terjadi karena meski ia ingin menyalurkan rasa stres yang dimilikinya melalui makan banyak, ia tetap ingin menjaga citra tubuhnya sesuai dengan standar masyarakat.
Sehingga, jika dengan makan banyak dapat merusak citra tubuhnya, ia akan rela mengembalikan kondisi tubuhnya dengan melakukan berbagai hal sekalipun hal itu dapat membahayakan kesehatannya. Oleh sebab itu gangguan makan ini banyak terjadi pada perempuan.
3. Penyebab binge-eating disorder pada perempuan
Binge-eating disorder (BED) adalah gangguan makan yang jika terjadi pada wanita juga bisa disertai dengan stress atau depresi. Kondisi ini ditandai dengan kebiasaan makan terlalu banyak, bahkan saat perempuan tersebut tidak merasa lapar.
Pada perempuan, hal ini dapat dipicu oleh stres sehingga tanpa sadar wanita mengonsumsi makanan lebih dari batas wajarnya. Di dalam kondisi ini, perempuan akan merasa kesulitan membedakan mana yang lapar sesungguhnya dan mana yang hanya lapar mata.
Sehingga, setiap kali ia merasa lapar, ia langsung mengonsumsi makanan yang diinginkannya. Tetapi, jika dibiarkan terus menerus, kebiasaan makan ini dapat membuat wanita mengalami obesitas.
Baca Juga: Studi: Diet Puasa Merupakan Resep Ideal untuk Kesehatan Jangka Panjang
Walaupun gangguan makan dapat terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, tapi faktanya gangguan makan banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki karena hal yang disebutkan di atas.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi