Suara.com - Sebagian besar wanita sangat menyukai rambut panjang. Sayangnya, salah satu masalah dari rambut panjang adalah kerontokan yang tidak ada habisnya.
Ternyata, kerontokan ini juga bisa disebabkan oleh stres.
Studi menunjukkan stres adalah alasan umum wanita kehilangan rambutnya, dan secara anekdot, jumlah itu tampaknya tidak menurun.
"Para wanita kebanyakan mengeluhkan kerontokan. Dan kerontokan itu (sebenarnya) adalah tanda yang berasal dari stres," jelas dokter naturopati, Tess Marshall, ND, yang juga bekerjasama dengan suplemen pertumbuhan rambut Nutrafol.
Ia menambahkan, ketika kita stres, kelenjar adrenal akan menghasilkan kortisol dan ini akan memberi sinyal ke folikel rambut untuk 'bergeser' dari fase pertumbuhan, keluar dari fase pertumbuhan, lalu menjadi katagen atau fase transisi.
Setelah itu, kerontokan akan terjadi.
"Ini disebut telogen effluvium," lanjutnya, melansir Well and Good.
Katanya, jika seseorang kehilangan 150 helai per hari (tergantung pada panjang rambut, tetapi harus relatif tipis) atau memerhatikan adanya perubahan signifikan dalam berapa banyak rambut yang hilang, berarti ini kerontokan akibat stres.
Rambut rontok akibat stres juga dapat terjadi terutama di sekitar pelipis.
Baca Juga: Bukan Sekedar Kotoran di Kepala, Ketombe Juga Jadi Biang Rambut Rontok
Selain stres, ada beberapa alasan lain mengapa rambut bisa rontok. Hormon, faktor lingkungan, obat-obatan, dan pola makan, semua bisa jadi penyebabnya.
"Apa yang kami temukan adalah bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi folikel rambut pada saat yang bersamaan," kata Dr. Marshall.
Berita Terkait
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump
-
Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
-
Stres, Burnout, dan Akses Senjata: Kenapa Evaluasi Psikologis Aparat Penting?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia