Suara.com - PPCI, Intervensi Medis untuk Cegah Kematian Pada Pasien Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Padahal pakar mengatakan kematian karena serangan jantung koroner bisa dicegah. Bagaimana caranya?
CEO Rumah Sakit Jantung Diagram Prof. Dr. dr. Harry Suryapranata, M.D., Sp.JP, Ph.D. mengatakan penanganan darurat pada pasien terutama 12 jam setelah terjadi serangan, merupakan keharusan untuk mencegah kematian.
"Salah satu tindakan yang menjadi unggulan di Rumah Sakit Jantung Diagram adalah Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI), yaitu tindakan membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner. PPCI merupakan tindakan minimal invasif yang harus dilakukan segera dalam waktu kurang dari 12 jam sejak terjadinya serangan jantung. Tindakan ini dilakukan di ruang kateterisasi oleh dokter jantung konsultan intervensi dan tim medis lainnya," ungkap Harry, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.
"PPCI memakan waktu satu hingga dua jam, tergantung dari berapa banyak sumbatan yang ditemukan. Segera setelah ditemukan adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner, dokter akan memasang stent atau ring dan setelahnya pasien akan dirawat di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) untuk pemantauan lebih lanjut," imbuh Harry mengingatkan.
Atas dasar ini, Siloam Hospitals Group mengadakan soft opening Rumah Sakit Jantung Diagram yang berlokasi Jl. Cinere Raya No.19, Puri Cinere, Depok. Soft opening Rumah Sakit Jantung Diagram menandai secara resmi operasional rumah sakit pada gedung baru yang dibangun sejak tahun 2015 lalu.
Melalui soft opening ini, Rumah Sakit Jantung Diagram semakin meneguhkan komitmennya guna memberikan pelayanan kesehatan yang unggul, khususnya dalam bidang kardiovaskular.
Ditempat yang sama, Sekretaris Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dr. Agus Hadian Rahim, Sp.OT(K), M.Epid, MH., menyambut baik dan mendukung penuh upaya Siloam Hospitals Group dalam peningkatan layanan kesehatan jantung dengan menghadirkan Rumah Sakit Jantung Diagram di wilayah Cinere Depok pun pelayanan kesehatan jantung dengan program BPJS ini.
"Mewakili ibu Menteri Kesehatan RI Apresiasi saya kepada semua pihak yang telah ikut mendukung hadirnya Rumah Sakit Jantung Diagram. Kami minta agar pelayanan kesehatan diberikan secara optimal kepada semua lapisan masyarakat. Khusus layanan jantung, Bu menteri minta agar pengobatan medis meliputi mutu pelayanan sesuai akreditasi pada lingkup nasional dan internasional", sebut Agus Hadian Rahim pada sambutannya.
Baca Juga: 5 Manfaat Berenang untuk Kesehatan, Bisa Cegah Penyakit Jantung
Rumah Sakit Jantung Diagram saat ini berkapasitas 33 tempat tidur, terdiri dari 1 tempat tidur Super VIP, 5 tempat tidur VIP, 10 tempat tidur Kelas 1, 4 tempat tidur Kelas 2, 7 tempat tidur Kelas 3, dan ruangan rawat intensif (3 tempat tidur HCU, 2 tempat tidur ICU/ICCU, dan 1 tempat tidur Isolasi). Ke depannya, kapasitas tempat tidur Rumah Sakit Jantung Diagram akan terus dikembangkan lagi.
Berbagai macam fasilitas dan pelayanan dihadirkan di rumah sakit ini, antara lain IGD, laboratorium, radiologi, farmasi 24 jam, serta peralatan dan penunjang medis seperti ruang kateterisasi, CT Scan 128 Slices, echocardiography, ultrasonografi, dan hemodialisa yang juga akan segera tersedia.
Dalam peresmian gedung baru Rumah Sakit Jantung Diagram di Cinere Depok, turut hadir pada acara tersebut, founder Lippo Group DR. Mochtar Riady, Drs. Achmad Kavrawi selaku Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Depok, Drg. Novarita yang merupakan Kepala Dinkes Depok, Perwakilan kepolisian dan Dandim Depok serta tokoh masyarakat setempat, dan manajemen Rumah Sakit Jantung Diagram dan Siloam Hospitals Group.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh