Suara.com - Tubuh manusia memang dapat bertahan beberapa hari tanpa makan, tapi tidak dengan minum.
"Durasi bertahan hidup tanpa makanan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti berat badan, variasi genetik, pertimbangan kesehatan lainnya dan yang terpenting, merasa dehidrasi atau tidak," tulis Dr. Alan Lieberson di Scientific American.
Pada saat kelaparan, yang terjadi pada hari kedua dan ketiga tanpa makanan atau air, tubuh mulai berfungsi secara berbeda untuk mengurangi jumlah energi yang dibakar.
Berdasarkan Healthline, sebenarnya tidak ada aturan waktu yang tepat berapa lama seseorang dapat bertahan hidup tanpa makan atau minum.
Namun, sebelumnya ada beberapa penelitian tentang kelaparan:
- Laporan di Archiv Fur Kriminologie menyatakan, tubuh dapat bertahan hidup selama 8 hingga 21 hari tanpa makanan dan air.
Tetapi jika mendapat asupan air yang memadai, seseorang dapat bertahan hingga dua bulan.
- Laporan di British Medical Journal menyimpulkan, mereka yang memiliki berat badan normal akan kehilangan berat badan dan jaringan otot lebih cepat daripada mereka yang gemuk ketika kelaparan selama tiga hari pertama.
- Menurut jurnal Nutrition, komposisi tubuh wanita membuat mereka mampu menahan kelaparan lebih lama.
Baca Juga: Hoaks Video Bocah Pemulung Meninggal Gara-gara Kelaparan
Tetapi, yang perlu Anda tahu adalah Anda akan lebih mungkin bertahan hidup dari kelaparan selama berminggu-minggu atau mungkin berbulan-bulan jika mengonsumi air dalam jumlah yang sehat.
Sebab, tubuh memiliki lebih banyak cadangan untuk menggantikan makanan daripada cairan. Fungsi ginjal Anda akan berkurang dalam beberapa hari tanpa hidrasi yang tepat.
Berita Terkait
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Tak Cuma Kulineran, Ini Destinasi 'Wajib Singgah' di PRJ 2026 yang Banjir Hadiah
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Bukan Sekadar Tempat Minum, Tumbler Kini Jadi Simbol Gaya Hidup Aktif Generasi Urban
-
The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional