Suara.com - Tidak seperti di negara bersuhu dingin, sauna di Indonesia memang kurang ngetren mengingat cuacanya yang panas. Padahal, sauna saat ini banyak tersedia di berbagai pusat kebugaran.
Lalu, apa saja manfaat saat sauna selain mengeluarkan keringat? Mengutip Times of India, Selasa (3/9/2019), ini dia 5 manfaat sauna.
1. Bisa sebanding dengan olahraga
Para peneliti dari Jerman mengklaim 25 menit berdiam diri di sauna, efeknya sebanding dengan melakukan olahraga ringan. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengukur detak jantung dan tekanan darah para peserta.
Saat di sauna, kedua parameter itu naik signifikan, lalu setelah keluar dari sauna, pengukur turun hingga batas dasar. Artinya di sauna sebanding dengan berolahraga sepeda statis intensitas sedang. Ini karena rasa panas akan membuat jantung berdetak selayaknya berolahraga.
2. Memberikan efek relaksasi
Masih berdasar penelitian, disebutkan bahwa sauna dapat meningkatkan keseimbangan sistem saraf otonom jantung. Secara otomatis, terjadi peningkatan tonus vagal dan turunnya tonus simpatis, serta variabilitas jantung jadi lebih baik.
Artinya, sauna memberikan relaksasi pada tubuh dan pikiran. Pikiran dan tubuh yang rileks akan berdampak pada berkurangnya risiko penyakit mental.
3. Mengendalikan tekanan darah
Orang yang bersauna empat hingga lima kali dalam seminggu, maka risiko terkena tekanan darah tinggi lebih rendah 50 persen dibanding dengan mereka yang ke sauna seminggu sekali. Hal ini diungkap penelitian yang diterbitkan American Journal of Hypertension.
Mengapa itu terjadi? Tak lain karena suhu tubuh akan naik lalu pembuluh darah terbuka, sehingga bisa bekerja dengan lebih baik di tubuh secara keseluruhan.
4. Sistem kekebalan tubuh meningkat
Sauna sering disarankan untuk dilakukan selama musim dingin di mana kasus flu meningkat. Satu sesi sauna selama 15 menit bisa meningkatkan jumlah sel darah putih, limfosit, neutrofil, dan basofil. Penelitian juga menyebut tekanan yang dialami tubuh akibat panasnya sauna bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara signifikan.
Baca Juga: Jade Sauna, Berbaring Saja Sudah Bisa Membakar Kalori
5. Menurunkan risiko stroke
Seperti diungkap sebuah studi 2018 yang diterbitkan Journal Neurology, lelaki dan perempuan yang menjalani sesi sauna 4 hingga 7 kali setiap minggu, kemungkinan mengalami stroke berkurang hingga 61 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?