Suara.com - Kiki Farrel, pesinetron kenamaan mengabarkan kondisi ibunya setelah operasi kedua karena kanker usus yang dideritanya sejak beberapa tahun yang lalu kambuh.
Sebelumnya, pada 2017 hingga 2018, Mama Dahlia sudah pernah menjalani operasi dan kemoterapi. Tetapi pada April lalu kanker ususnya kambuh dan harus operasi yang kedua kalinya.
"September 2, 2019. Kemo pertama. Jadi mama di masukan 3 obat.... hari ini kemo diruang khusus kemo. Dan malam nanti berlanjut di ruang rawat kemonya.."
"Kemo kali ini memang berbeda, 2 tahun lalu kemo hanya beberapa jam lalu pulang dan minum obat setiap hari sebelum kemo berikutnya.. tapi kali ini perlu di rawat inap dan tidak minum obat lagi selama menunggu kemo selanjutnya.."
"Semoga mama kondisinya kuat jadi tidak terlalu drop pasca kemoterapi.. sebenarnya sih ga tega karena obat kemo itu kan ada efek sampingnya juga. Tapi gimana. Ini adalah jalannya untuk menuju kesembuhan," tulis Kiki Farrel di unggahannya.
Berdasarkan Bowel Cancer UK, obat yang digunakan selama kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker.
Biasanya, kemoterapi akan dilakukan apabila kanker usus sudah memasuki tahap 2. Kemoterapi akan dilakukan baik setelah maupun sebelum operasi untuk stadium lanjut (tahap 4) ketika kanker telah menyebar ke organ lainnya.
Ada beberapa obat kemoterapi kanker usus yang umum digunakan, termasuk Fluorouracil (5FU), Capecitabine (Xeloda), Oxaliplatin (Eloxatin) dan Irinotecan (Campto).
Setiap obat atau kombinasi kemoterapi memiliki efek sampingnya sendiri.
Baca Juga: Ibu Kanker Usus, Kiki Farrel Terpaksa Kurangi Pekerjaan
Mual dan muntah adalah dua efek samping paling umum dari pengobatan kanker. Sekitar 50% orang yang menjalani kemoterapi untuk kanker usus akan mengalami mual dan muntah.
Namun untuk risiko lain yang umum adalah merasakan dan menjadi sakit, peningkatan risiko infeksi, mulut yang terasa sakit, diare hingga kerusakan saraf di tangan atau kaki (neuropati perifer).
Melihat kondisi ibunda Kiki yang sedang menjalani perawatan, mari kita doakan agar Mama Dahlia lekas sembuh.
Berita Terkait
-
Kisah Pilu Nunung Jalani Kemoterapi: Tulang Kayak Copot Hingga Tubuh Mengambang
-
Kisah Pasien Kanker Payudara Menyebar ke Tulang, Pilih Berobat Alternatif Dibanding Kemoterapi
-
Efek Obat Kemo Terbaru, Vidi Aldiano Curhat Kulitnya Jadi Seputih Edward Cullen Twilight
-
Kanker Usus! Dokter Ungkap Biang Keladinya Sering Kita Konsumsi
-
Belajar Bersyukur, Kiki Farel & Faby Marcelia Cicipi Pekerjaan Sederhana
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?