Suara.com - Inovator Muda Penemu Alat Deteksi Diabetes Ini Dapat Atensi Menkes.
Celestine Wenardy mungkin nama yang masih asing di telinga mayoritas masyarakat Indonesia. Tapi di tangan pelajar asal Jakarta ini, telah tercipta alat luar biasa yang disebut glukometer.
Glukometer merupakan alat non-invasif untuk mengukur konsentrasi kadar gula dalam darah tanpa harus melakukan pengambilan sampel darah.
Ia menggunakan metode interferometri dan teknologi termal atau menggunakan suhu tubuh dan cahaya untuk mendapatkan kadar glukosa yang akurat pada tubuh pasien diabetes.
Luar biasanya, karya Celestine berhasil meraih penghargaan Virgin Galactic Pioneer Award dalam ajang Google Science Fair 2019 lalu.
Ditemui media di Gedung Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu, Celestine mengaku memiliki misi khusus ketika menciptakan alat tersebut.
"Masih banyak pengidap diabetes di Indonesia yang belum terdiagnosa, makanya saya membuat alat ini. Harapannya, orang-orang yang mengidap diabetes bisa didiagnosa sejak dini dan segera mendapatkan pengobatan yang sesuai," kata perempuan yang kini duduk di bangku kelas 2 SMA British School Jakarta.
Menurut pihak Kementerian Kesehatan RI, keakuratan alat glukometer mencapai 0,843.
Bila nanti akan diproduksi massal dan dijual secara luas, glukometer ciptaan Celestine akan dijual seharga 63 USD atau sekitar Rp 882 ribu.
Baca Juga: Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Ini Penjelasan Ahli
Mendapat Atensi Pemerintah
Pada akhir Agustus 2019 lalu, Celestine Wenardy mendapat kesempatan bertemu Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek di Jakarta.
Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap inovator muda di dunia medis, salah satunya Celestine.
Menurut Menteri Nila, alat yang diciptakan oleh Celestine datang dari pemahaman yang sederhana di mana pasien penderita diabetes pasti tak melulu mau disuntik setiap hari.
"Saya sendiri ditusuk (suntik) melulu tangannya, Adik ini memikirkan bagaimana caranya, ternyata dia memperhatikan suhu tubuh," kata Menkes Nila saat itu.
Menkes Nila juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan kepada Celestine supaya alat glukometer bisa diproduksi dan bermanfaat bagi banyak orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan