Suara.com - Komunitas Vegan: Tak Benar Diet Vegan Tingkatkan Risiko Stroke
Penelitian terkait risiko diet vegan yang disebut meningkatkan risiko terserang stroke ditanggapi keras oleh komunitas vegan.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Humas Indonesia Vegetarian Society (IVS) Karim Taslim, mengatakan klaim rendahnya asupan vitamin B12 pada diet vegan adalah anggapan yang keliru dan ketinggalan zaman. Sebab jika diet vegan dilakukan secara benar, maka tubuh tidak akan kekurangan zat dan mineral apapun.
Menurutnya, penyebab utama stroke di Indonesia bukanlah karena diet vegan, melainkan tingginya konsumsi daging dan junk food. Selain stroke, pola makan yang buruk ini juga meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga tekanan darah tinggi.
Kalim mengutip tulisan Dr Justine Butler dari Vegetarian and Vegan Foundation, yang menunjukkan beberapa kesalahan dalam penelitian yang terbit di jurnal BMJ tersebut.
Dalam tulisan yang diterbitkan BBC tersebut, penelitian EPIC-Oxford yang dilakukan Emma Derbyshire menyebutkan diet vegan mampu menurunkan risiko terserang penyakit jantung. Namun di sisi lain, mereka lebih rentan mengalami stroke, yang menurut peneliti disebabkan oleh rendahnya kadar vitamin B12 dalam darah.
Padahal menurut Justine, komunitas vegan sekarang jauh lebih sadar soal pentingnya vitamin B12. Ia mengkritik penulis studi yang dikatakannya menggunakan data dari 20 tahun yang lalu.
Tak hanya itu, persentase partisipan yang vegan dan vegetarian tak sampai 15 persen. Sehingga menyebut hasil studi sebagai 'efek buruk diet vegan' sangat salah dan tidak signifikan.
"Pola makan berbasis nabati (Vegan) yang bervariasi, kaya buah dan sayuran, gandum, kacang-kacangan, dan biji-bijian serta sumber B12 yang andal (tempe) akan menyediakan semua gizi yang kita butuhkan," tutup Karim.
Baca Juga: Nikmati Ragam Sajian Minang untuk Vegan di Loka Padang
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif