Suara.com - Orang yang memiliki jenis wajah berminyak memiliki pori-pori yang lebih besar. Melansir Healthline, pori-pori akan terlihat lebih besar ketika tersumbat.
Ini biasanya mengandung kombinasi sebum dan sel kulit mati di folikel rambut di bawahnya. Lama kelamaan, ini akan membuat pori-pori lebih terlihat.
Nah, agar tidak terjadi pada Anda, segera hindari kebiasaan buruk di bawah ini yang dapat membuat pori-pori tersumbat hingga terlihat lebih besar yang dilansir dari Womens Health Magazine.
1. Memencet pori-pori atau jerawat
"Ketika Anda memencet dan meregangkan kulit, ini dapat menyebabkan pembentukan garis halus, peradangan, dan iritasi, yang semuanya memengaruhi ukuran pori dari waktu ke waktu," tutur Joel Schlessinger, MD, dokter kulit bersertifikat.
Gerakan dan tekanan yang keras membuat perpindahan minyak, bakteri, dan kotoran lainnya dari tangan ke kulit yang menyebabkan penyumbatan.
2. Sering menyentuh wajah
"Menyentuh wajah Anda setelah sejumlah aktivitas fisik yang dapat menyebabkan minyak, bakteri, virus, alergen, dan kotoran lainnya berpindah ke kulit Anda dan menyumbat pori-pori," kata Schlessinger.
3. Tidak menghapus makeup wajah sebelum tidur
Baca Juga: Cenderung Membuat Tak Percaya Diri, Ini Cara Meminimalisir Pori-pori Wajah
Jika tidak menghapus wajah sebelum tidur memungkinkan riasan, minyak, dan polutan lingkungan yang berkumpul di kulit sepanjang hari meresap ke pori-pori saat tidur.
"Tidak hanya menyebabkan berjerawat dan mempercepat proses penuaan, tetapi juga berkontribusi pada pori-pori yang membesar," tambah Schlessinger.
4. Melewatkan eksfoliasi
Cara terbaik untuk membersihkan pori-pori adalah melalui pengelupasan kulit. Sebab, pembersih tidak sepenuhnya menghilangkan sel-sel kulit mati yang menumpuk sepanjang minggu.
"Pengelupasan kulit sekali atau dua kali seminggu akan membantu menghilangkan kotoran seperti minyak dan kulit mati, mencegah jerawat, dan membuat pori-pori Anda terlihat lebih kecil," kata Schlessinger.
5. Memakai rias wajah yang salah
Berita Terkait
-
Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini Lewat Peran Guru dan Komunitas Sekolah
-
Merasa Gaya Hidup Sudah Eco Friendly? 5 Kebiasaan Ini Ternyata Keliru
-
7 Kebiasaan Kecil yang Bikin Hidup Lebih Rapi dan Minim Stres
-
10 Kebiasaan Skincare yang Bisa Membuat Jerawat Muncul Lebih Parah
-
Dari Makan Cepat hingga Larut Malam: 5 Kebiasaan Makan yang Perlu Dihindari
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan