Suara.com - Terbukti Ilmiah, Efek Jatuh Cinta untuk Otak Mirip dengan Kecanduan Narkoba
Masih ingat rasanya jatuh cinta? Ya, jatuh cinta membuat orang merasakan bahagia dalam satu menit, lalu cemas mendadak cemas berhari-hari, hingga hampir putus asa.
Pada waktu yang sama, jantung bisa berdegup kencang hingga perut melilit, seperti sedang naik roller coaster yang bagitu memacu adrenalin.
"Saat jatuh cinta Anda bisa sangat bahagia, tapi bisa juga gelisah," kata Prof Lucy Brown, seorang ahli saraf dari Albert Einstein College of Medicine di New York, seperti dimuat Huffpost, Senin (16/9/2019).
Berdasarkan hasil penelitian, itu terjadi karena perasaan jatuh cinta dirangsang melalui otak. Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dengan mengamati 10 perempuan dan 7 lelaki yang sedang jatuh cinta.
Masing-masing ada yang sudah memiliki pacar sejak lama, baru berpeacaran satu bulan hingga sudah bersama selama dua tahun.
Rupanya, frekuensi hubungan memengaruhi aktivitas otak. Partisipan yang sudah berpacaran lama, merasakan respon senang ketika diperlihatkan foto pasangannya. Rasa senang itu berasal dari pusat rasa senang yang ada di bagian otak.
"Gairah cinta yang dirasakan terbentuk di bagian otak, sama dengan ketika seseorang mengalami kecanduan narkoba dan obat-obatan terlarang," kata penulis studi, Arthur Aron, seorang psikolog dari State University of New York di Stony Brook.
Artinya, mereka sangat menginginkan orang yang dicintainya, sama seperti menginginkan narkoba. Para ahli menjelaskan cinta adalah salah satu emosi paling kuat yang dimiliki seseorang.
Baca Juga: 2 Lelaki Bikin Jatuh Cinta, Pilih yang Mana Ya?
Otak manusia telah ditransfer untuk memilih pasangan, dan manusia menjadi termotivasi untuk memenangkan pasangan itu, kadang-kadang melakukan hal ekstrem untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari mereka.
"Ini membantu kita mengenali kapan sesuatu terasa enak. Dorongan untuk merasa senang dengan pasangan, mungkin akan lebih kuat daripada dorongan untuk melakukan hubungan seks," tutup Brown.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?