Suara.com - Vaginismus, merupakan kondisi ketika vagina tiba-tiba mengencang ketika Anda mencoba memasukkan sesuatu ke dalamnya.
Ini adalah reaksi otomatis tubuh terhadap ketakutan akan semua jenis penetrasi vagina. Pengidap tidak memiliki kendali atas otot tubuhnya.
Semua wanita dapat mengalami hal ini, bahkan bagi mereka yang sudah pernah melakukan penetrasi seks sekalipun, menurut National Health Service (NHS) Inggris.
Melansir Cleveland Clinic, kondisi ini terkadang dimulai ketika wanita berusia remaja atau awal 20-an. Ketika mereka pertama kali mencoba menggunakan tampon atau melakukan hubungan seksual.
Vaginismus dianggap sebagai kondisi psikologis, walaupun beberapa kondisi fisik berkaitan dengan gangguan ini.
Penyebab vaginismus dapat termasuk ketakutan melakukan hubungan intim, kegelisahan, pelecehan atau trauma seksual, dan emosi negatif terhadap seks.
"Banyak wanita mendeskripsikan kondisi ini seperti ada parutan keju, atau seperti ada jarum yang menusuk mereka," jelas Dr Leila Frodsham, seorang konsultan ginekologi, melansir BBC.
Meski tubuh seakan melarang untuk berhubungan intim, wanita dengan gangguan ini akan tetap merasakan gairah seksual dan masih dapat menikmati kontak intim lainnya.
Infeksi jamur dan saluran kemih dapat menambah rasa sakit yang berhubungan dengan vaginismus.
Baca Juga: Perut Sakit Setelah Pertama Kali Berhubungan Intim? Bisa Jadi Ini Alasannya
Sayangnya, kondisi ini masih dianggap tabu. Sehingga banyak wanita yang mengalami kondisi ini tetapi tidak mencari pertolongan dokter.
Berita Terkait
-
Strategi Sun Life Dongkrak Penetrasi Asuransi RI
-
BSI Bongkar Ironi Perbankan Syariah RI: Aset Raksasa, Tapi Penetrasi Pasar Masih Tidur
-
Lisa Mariana Ngaku Cuma Hubungan Intim dengan Ridwan Kamil, Tapi Bukan Berarti Masih Perawan
-
Hubungan Intim Setelah Imsak Apakah Membatalkan Puasa?
-
Durasi Ideal Berhubungan Intim agar Makin Bergairah
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat