Suara.com - Sejak hak asuh anak jatuh kepada Ben Kasyafani, Marshanda mengaku sempat mengalami depresi. Artis yang akrab disapa Caca ini merasa seolah tidak berhak atas anaknya sendiri, Sienna Ameerah Kasyafani karena tidak memiliki hak asuh anak.
Meski begitu, Marshanda tetap berusaha menghormati putusan pengadilan yang menyerahkan hak asuh anaknya kepada Ben Kasyafani. Terlebih, Ben juga memberikan kelelulasaannya menemui Sienna setiap akhir pekan.
Tetapi, Marshanda juga mengaku pernah melakukan hipnoterapi utnuk mengatasi depresinya. Terapi tersebut membantu Marshanda berbicara dengan alam bawah sadarnya.
"Suatu hari aku hipnoterapi, satu proses di mana di alam bawah sadar aku ngomong, ngobrol sama Sienna, aku ceritakan semua perasaan aku dan dia (Sienna) seolah-olah ngomong gini 'Ibu berhak bahagia, Ibu boleh bekerja, boleh berkarya dan Sienna mau ibu bahagia. Sienna tahu apa yang terjadi dan sayang sama semuanya. Jadi ibu lanjut, ya. Ibu lakukan apa yang kamu mau. Itu boleh dan aku akan selalu mendukung ibu'," pungkasnya.
Seperti yang Anda ketahui, hipnoterapi adalah terapi yang menggunakan alam bawah sadar seseorang untuk menyingkirkan pikiran negatif. Namun, apakah depresi yang dialami Marshanda tidak berdampak pada anaknya?
Melansir dari Huffington Post, ternyata anak bisa merasakan apapun yang dipikirkan dan dirasakan oleh ibu kandungnya. Hal tersebut meskipun mereka tidak bisa memberikan atau menyampaikan emosinya.
"Anak Anda mungkin tidak dapat memberi tahu tentang perasaannya atau menanyakan perasaan Anda. Tetapi, mereka memiliki respons tubuh yang memberi sinyal bahwa mereka mengerti keadaan emosi Anda," kata peneliti Sara Waters dari New York University.
Para peneliti telah memeriksa emosi dan detak jantung anak yang ibunya mengalami stres atau depresi berat. Penelitian ini melibatkan 69 ibu dan anaknya yang masih berusia 12-24 bulan.
Peneliti lantas memisahkan anatara ibu dan bayinya, lalu meminta ibu melakukan pidato 5 menit dan sesi tanya jawab 5 menit. Para ibu yang mendapat umpan balik negatif lebih banyak memiliki emosi negatif daripada positifnya.
Baca Juga: Marshanda Lakukan Hipnoterapi untuk Atasi Depresi, Bisakah Jadi Solusi?
Setelah itu, peneliti mempertemukan kembali semua ibu dan anak-anaknya. Hasilnya, detak jantung bayi yang ibunya mengalami stres atau depresi mengalami peningkatan.
Melansir dari Hellosehat, sebuah studi oleh Nick Allen, seorang profesor psikologi di Universitas Oregon dan timnya meneliti tentang depresi sang ibu bisa memengaruhi kesehatan anak. Selain itu, mereka juga melihat respons bayi ketika ibunya mengalami stres.
Penelitian ini melibatkan 48 ibu dan bayinya yang berusia 12 minggu hingga 18 bulan. Pada usia 6 dan 12 bulan, bayi dibawa ke laboratorium untuk mengikuti beberapa eksperimen seperti memainkan ekspresi.
Semua ibu diminta bermain dengan ekspresi riang dengan anaknya secara bergiliran. Lalu, sang ibu diminta melakukan sikap tak peduli secara mendadak ketika anak mereka terbawa suasana senang.
Peneliti lantas mengukur stres bayi dari sampel air liurnya dan melihat kadar kortisol, yaitu hormon yang memicu stres. Kesimpulannya, gejala depresi yang dialami seorang ibu dapat memengaruhi kadar kortisol anak.
Jika ibu tidak segera mendapatkan perawatan, tingkat stres pada anak juga akan meningkatkan. Akhirnya, stres akan merusak sel-sel sehat dalam tubuh dan memperburuk perkembangan serta kesehatan anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga