Suara.com - Memasuki tahun ke-5, pemerintah siap mengeliminasi filariasis atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah melalui pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) selama Oktober 2019.
POPM ini akan dilakukan di sebanyak 118 kabupaten/kota endemis filariasis. Daerah tersebut akan diberikan obat DEC 6 mg/kg BB dan dikombinasikan melalui Albendazole 400 mg yang dikonsumsi satu kali selama lima tahun.
"Terget pemberian POPM minimal 65 persen, terhadap mereka yang berumur 2 sampai 70 tahun. Kenyataannya beberapa provinsi lebih dari 65 persen, dan rata-rata 78 persen di tahun sebelumnya," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonik, Dr. Nadia Tarmizi, M.Epid, dalam acara Bulan Temu Media di Gedung Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).
Seperti empat tahun sebelumnya, target pencapaian POPM ini 65 persen dari jumlah penduduk. Kepulauan Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua adalah beberapa provinsi yang masih terdapat beberapa daerah yang akan mendapat POPM. Walau masih di atas batas minimal, di antara semua daerah lainnya, Papua dan Sulawesi Barat selalu di bawah angka rata-rata penerima POPM yakni di bawah 70 persen.
Pemberian obat nantinya akan diberikan secara langsung ke lapangan selama sebulan penuh, termasuk menghampiri rumah penduduk. Bahkan untuk anak-anak sekolah, petugas kesehatan akan mendatangi langsung ke sekolah untuk mendata dan memberikan obat.
"Tapi jika dia berhalangan di bulan Oktober, dan kembali ke kota tempat pemberian POPM, dia bisa mengakses secara gratis ke puskesmas terdekat dengan memberikan datanya. Tapi jika cuma sekedar pergi bekerja atau tidak di lokasi, petugas nantinya akan terus mendatangi mereka yang belum menerima obat," tutur Nadia.
POPM ini dimungkinkan jadi pelaksanaan terakhir untuk menghapus penyakit kaki gajah, mengingat waktu 5 tahun dipandang sebagai waktu yang cukup untuk menekan cacing filaria dalam darah. Namun, untuk mengatakan bebas tidaknya dari kaki gajah, harus dilakukan survei lebih dulu selama 6 tahun.
"Tapi targetnya tidak boleh kurang dari 65 persen, karena kalau kurang itu kita sudah gagal untuk POPM. Yang ada, POPM akan diperpanjang. Harusmya POPM selesai (di 2019), tapi kita menunggu sertifikasi itu 6 tahun, harus survei eliminasi itu 3 kali berturut-turut selama setiap dua tahun," paparnya.
Data Kemenkes menunjukkan dari sebanyak 236 kabupaten/kota sebagai daerah endemis filariasis atau kaki gajah, 118 kabupaten/kota telah menyelesaikan POPM dan memasuki tahap surveilans. Sebanyak 36 kabupaten/kota di Indonesia dinyatakan eliminasi kaki gajah.
Baca Juga: Kota Bekasi Belum Bebas dari Penyakit Kaki Gajah
Sekedar informasi, POPM filariasis ini telah dilaksanakan selama 5 tahun sejak Oktober 2015, melalui pencanangan nasional Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) setiap Oktober. Puncak BELKAGA akan dilaksanakan di Kabupaten Malaka 4 Oktober 2019 bertajuk 'Keluarga Indonesia Bebas Kaki Gajah'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI