Suara.com - Tak Cuma Indonesia, Inggris Juga Alami Masalah Krim Pemutih Kulit Ilegal
Bukan hanya masalah di negara-negara berpenduduk berkulit sawo matang, krim pemutih kulit ilegal rupanya juga jadi masalah turun-temurun di negara-negara Eropa, termasuk Inggris.
Dilansir BBC, otoritas Inggris memperingatkan warganya untuk tidak memakai krim pemutih kulit yang bekerja seperti cat.
Krim pemutih kulit biasanya mengandung bahan kimia seperti hidrokuinon bahkan merkuri. Untuk itu, British Skin Foundation mengatakan masyarakat harus berbicara dengan dokter jika mereka memiliki masalah dengan kulit.
Di Inggris, produk krim pemutih beracun dijual oleh pengecer nakal secara offline dan online. Komposisi produk tidak selalu benar seperti apa yang ditulis dan diiklankan.
Hidrokuinon misalnya, dalam kadar tertentu dapat menghilangkan lapisan atas kulit, meningkatkan risiko kanker kulit, dan menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Merkuri juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serupa yang mengancam jiwa.
Tanpa resep dokter, krim yang mengandung hidrokuinon, steroid dan merkuri dilarang di Inggris karena memiliki efek sampingnya yang berpotensi serius.
"Krim pemutih kulit yang mengandung bahan terlarang sangat berbahaya dan dapat merusak kesehatan, membuat Anda terluka seumur hidup dan bahkan membunuh Anda, sehingga harus dihindari dengan cara apa pun. Konsumen harus selalu memeriksa bahan-bahan krim kulit mereka, curiga terhadap harga yang sangat rendah yang cenderung menunjukkan lotion itu palsu dan berpotensi berbahaya, dan tidak pernah menggunakan produk yang mengandung hidrokuinon," kata LGA's Safer and Stronger Communities Board, Simon Blackburn.
Lisa Bickerstaffe, juru bicara British Skin Foundation, mengatakan masalah krim pemutih kulit ilegal muncul setiap tahunnya.
Baca Juga: Peneliti Temukan Produk Pemutih Gigi Bisa Tingkatkan Kerusakan pada Gigi
"Bahan-bahan dalam kosmetik ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan British Skin Foundation sangat menyarankan untuk tidak menggunakannya. Bicaralah dengan dokter kulit Anda atau dokter umum jika Anda memiliki kekhawatiran tentang warna kulit Anda dan mereka akan dapat memberi nasihat yang sesuai," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?