Suara.com - Tak Menyusui hingga Usia 35 Tahun Risiko Kanker Payudara Makin Besar.
Menyusui memberikan banyak manfaat bagi bayi. ASI memiliki komposisi nutrisi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan bayi dan mengandung antibodi yang melindunginya dari beberapa infeksi dan masalah kesehatan.
Tidak hanya pada bayi, menyusui mempunyai manfaat untuk sang Ibu. Salah satunya adalah berkaitan dengan rendahnya risiko terkena kanker payudara.
Menyambut bulan kesadaran kanker payudara yang diperingati setiap Oktober, tentu menjadi sebuah momen untuk meningkatkan kesadaran masyakarakat pentingnya kesadaran dan deteksi dini kanker payudara.
Ahmad Utomo, PhD (KSLGen) memastikan jika perempuan tidak punya anak di usia 35 tahun, dan tidak menyusui, itu meningkatkan risiko kena kanker payudara.
"Penyebab kanker itu adalah mutasi genetik. Rusaknya darimana, ada faktor luar dan dari dalam, bicara kanker payudara, sebut saja radikal bebas itu terpapar di payudara, nah pada umur 30 tahun itu selnya sudah termutasi, ketika hamil, rangsangan sel menjadi banyak, yang diperbanyak tak hanya sel sehat tapi sel yang termutasi tadi," buka Ahmad Utomo PhD (KSLGen) dalam acara Media Workshop Patient Journey in Oncology Total Solution yang diselenggarakan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), di Bogor, Selasa (10/8/2019).
Kanker payudara yang lebih sering didiagnosis pada perempuan di bawah usia 50 tahun ini, lebih mungkin menjadi agresif dan mengancam jiwa.
Untuk menurunkan risiko tersebut, para peneliti menyarankan kaum perempuan yang telah melahirkan anak untuk menyusuinya. Selain menyehatkan bayi, menyusui juga dapat melindungi ibu darI risiko kanker payudara agresif ini.
Menyusui merupakan cara murah, strategi yang relatif dapat diakses dan menghasilkan perlindungan alami dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bukan Menyusui, Ini Penyebab Payudara Kendur dan Cara Mengatasinya!
"Nah, menyusui itu menjadi detoks alami untuk infolusi, Infolusi itu adalah pengecilan kembali, karena ada pembershian masal sel yang mati. Jika perempuan sejak menstruasi pertama sampai 35 tahun menunda hamil, akhirnya gen yang termutasi dalam payudara tetap hidup dan sel-sel itu menjadi berubah menjadi sel ganas yang menjadi kanker payudara," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya