Tips buat orangtua mengajak senam anak
Jika merupakan ini kali pertama Anda mengajak anak untuk belajar senam, jangan bingung bagaimana harus memulainya. Berikut panduan penting yang sebaiknya dipahami:
1. Perhatikan waktu ideal olahraga
Anak-anak umumnya membutuhkan waktu olahraga yang tidak sebanyak orang dewasa. Namun, bukan berarti tidak perlu sama sekali. Sebab biasanya, anak-anak sudah aktif secara fisik melalui kegiatan sehari-harinya.
Baik itu dari bermain, maupun karena melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan fisik di sekolah atau di rumah. Secara keseluruhan, setidaknya anak-anak harus aktif bergerak sekitar 60 menit dalam sehari. Berdasarkan waktu tersebut, Anda bisa menentukan kembali sekiranya berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk melakukan olahraga senam.
Misalnya begini. Jika anak sudah melakukan kegiatan yang melibatkan fisik selama 30 menit, artinya Anda bisa meluangkan waktu anak untuk senam sekitar 30-40 menit saja. Akan tetapi, hal ini tidaklah mutlak. Anda dapat menyesuaikan kembali waktunya dengan kemampuan anak.
2. Pastikan anak melakukan pemanasan dan pendinginan
Sebelum dan sesudah melakukan senam, biasakan untuk melakukan gerakan pemanasan dan pendinginan. Bukan tanpa alasan, pemanasan sebelum berolahraga bertujuan untuk melancarkan peningkatan aliran darah dan mencegah cedera.
Di samping itu, gerakan pemanasan juga membantu mempersiapkan tubuh sebelum benar-benar melakukan gerakan inti olahraga senam. Sementara pendinginan, memiliki berbagai manfaat yang tidak kalah dengan pemanasan.
Baca Juga: Lebih Heboh dari Instrukturnya, Aksi Senam Ibu-ibu Ini Bikin Ngakak
Mulai dari menormalkan kembali detak jantung, mengembalikan laju pernapasan, hingga mencegah nyeri otot. Pendinginan juga dapat membantu tubuh anak untuk lebih rileks setelah melakukan gerakan olahraga.
3. Ajarkan di tempat yang nyaman
Sebagai permulaannya, ciptakan suasana senyaman mungkin agar anak semangat berolahraga. Usahakan untuk menyeediakan tempat yang nyaman agar anak betah belajar olahraga ini. Anda bisa menyediakan matras dan kemudian menyetelkan musik yang bisa membangkitkan semangat anak.
4. Jangan paksa anak bisa langsung mahir
Wajar bila di awal melakukan senam, anak masih tampak kesulitan dalam mengikuti semua gerakan yang dicontohkan. Jika ini yang si kecil alami, jangan paksa ia untuk langsung lancar dan mahir dalam melakukannya.
Sebab pada dasarnya, kemampuan masing-masing anak tidaklah sama. Namun semakin sering melakukan senam, maka semakin terlatih dan terbiasa pula anak untuk melakukan olahraga ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi