Suara.com - Hingga kini, film Joker masih menjadi topik yang seru untuk diperbincangkan di media sosial. Sebagian besar warganet tertarik dengan kondisi kesehatan mental sang pemeran utama, Arthur Fleck.
Dalam film ini diceritakan bahwa Arthur Fleck, yang kemudian memilih 'nama panggung' sebagai Joker, mendapatkan tujuh macam obat untuk meredakan kondisi mentalnya.
Tapi karena subsidi dari pemerintah dihentikan, Arthur mau tak mau harus menghentikan pengobatannya.
Padahal, mengonsumsi obat untuk orang-orang dengan gangguan mental seperti Arthur sangat penting. Terlebih karena dua gangguan mental yang dideritanya adalah PBA dan Skizofrenia.
"Sebagian besar orang dengan penyakit mental parah minum obat sampai mereka mulai merasa lebih baik," Ashley Hampton, PhD , seorang psikolog dan penulis berlisensi di Alabama, mengungkapkan alasan orang-orang berhenti mengonsumsi obat, melansir Healthline.
Ia menambahkan, sangat umum bagi penderita skizofrenia dan gangguan bipolar untuk tidak patuh pada pengobatan.
Perawatan untuk kondisi kesehatan mental dapat membantu mengakhiri gejala, memulihkan kualitas hidup, dan memungkinkan mereka untuk merasa sehat kembali.
Namun ini memang membutuhkan konsistensi terhadap pengobatan dan perawatan yang diberikan oleh dokter.
Berdasarkan Sane.org, jika seorang pengidap gangguan mental berhenti mengonsumsi obat secara tiba-tiba, dapat mengalami efek berikut:
Baca Juga: "Aku Tertawa di Pemakaman Nenek," Kisah Nyata Pengidap PBA Seperti Joker
- Kembalinya penyakit dengan cepat
- pikiran mental yang menganggu
- kejang yang berpotensi mengancam jiwa
- gejala penghentian antidepresan seperti gejala flu, masalah tidur, pusing, sakit kepala, kecemasan, dan lekas marah
- peningkatan risiko bunuh diri
Lebih sering daripada tidak, gejala-gejala biasanya terjadi dalam beberapa hari setelah menghentikan pengobatan.
Sedangkan penyakit dapat kambuh lagi dalam beberapa minggu setelah sang pengidap menganggap dirinya merasa sehat.
Berita Terkait
-
Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal
-
Pensiun Jadi Paranormal, Mbah Mijan Kini Jadi Praktisi Pengobatan Alternatif Lulusan Tiongkok
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Menko PMK Soroti Screen Time Anak yang Capai 7,5 Jam: Picu FOMO hingga Gangguan Mental
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien