Suara.com - Girlband k-pop Laboum baru-baru ini muncul dalam acara SBS Power FM. Mereka berbicara tentang album yang baru saja dirilis setelah 5 tahun memulai debut.
Di tengah pembahasan soal album baru dilansir dari Koreaboo.com, mereka juga menceritakan rahasianya dalam menjaga penampilan tubuh. Ternyata mereka menjalani diet ketat dengan mengurangi karbohidrat selama 3 tahun terakhir.
Solbin, salah satu anggota Laboum mengaku berat badannya turun hingga 12 kg karena mengonsumsi kacang polong. Meski menghindari karbohidrat, Solbin terkadang masih mengonsumsi roti.
Cerita meraka yang mengaku tidak makan karbohidrat termasuk nasi selama 3 tahun terakhir lantas mengejutkan orang di studio. Karena itu, mereka senang jika diundang mukbangs untuk membuat konten Youtube.
Selain girlband Laboum, diet karbohidrat memang sudah banyak dilakukan orang, khususnya wanita. Padahal diet karbohidrat seperti itu tidak sepenuhnya baik untuk kesehatan.
Sebuah penelitian dilansir dari Medical News Today, menyimpulkan bahwa asupan karbohidrat yang rendah bisa meningkatkan risiko penyakit kronis hingga kematian dini. Karena itu, para ilmuwan mendesak semua orang agar tidak melakukan diet karbohidrat yang ketat.
Studi baru telah meneliti hubungan diet karbohidrat dengan risiko kesehatan. Mengingat, karbohidrat adalah sumber energi utama bagi sebagian besar organisme hidup.
Secara keseluruhan, analisis menggunakan data dari survei menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi karbohidrat paling sedikit, 32 persen lebih mungkin mengalami kematian dini atau meninggal sebelum waktunya.
Sebanyak 51 persen orang meninggal akibat penyakit jantung koroner, 50 persen akibat penyakit serebrovaskular dan 35 persen meninggal akibat kanker. Karena itu, diet karbohidrat sudah seharusnya dihindari.
Baca Juga: Punya Sakit Maag Tidak Boleh Diet, Mitos atau Fakta?
Menurut Prof. Maciej Banach, dari Universitas Kedokteran Lodz di Polandia, diet karbohidrat untuk menurunkan berat badan hanya bermanfaat selama jangka waktu pendek.
Sementara dalam jangka panjang, diet karbohidrat terkait dengan peningkatan risiko kematian, penyakit kardiovaskular, serebrovaskular dan kanker.
Berita Terkait
-
Makan Enak Sekarang, Pendek Umur Kemudian? Bahaya Makanan Ultra Proses Terungkap!
-
Waspada! Kehilangan Indra Perasa Bisa Jadi Pertanda Kematian Dini, Ini Fakta Penelitian
-
3 Kebiasaan Makan yang Bisa Bikin Pendek Umur, Yuk Perbaiki!
-
Tampak Sepele, 4 Kebiasaan Makan dan Minum Ini Bisa Sebabkan Kematian Dini
-
Jangan Tutup Kepala Bayi Pakai Topi saat Tidur, Ini Risiko yang Bisa Terjadi
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance