Suara.com - Anak Jatuh dan Cedera Saat Bermain, Bolehkah Dibawa ke Tukang Pijat?
Saat bermain, anak bisa mengalami cedera dan terkilir yang membuatnya kesakitan. Setelah pertolongan pertama, tak sedikit orang tua yang akhirnya membawa anak ke tukang pijat atau tukang urut. Apa kata dokter?
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik RS Siloam, dr. Tetty MD. Hutabarat Sp.KFR mengatakan, pada dasarnya ia tidak mempermasalahkan tindakan orang tua mengutamakan tukang pijat.
Tapi bukan berarti sembarangan dan tidak memperhatikan gejalanya yang cukup serius setelah anak jatuh dan cedera, seperti patah tulang, maka segeralah ke dokter.
"Kalau dipen termasuk cideranya bagaimana? berat atau tidak, ada patah tulang atau tidak, ada geser atau enggak, kalau ada gitu langsung ke dokter, biasanya kita udah kemana-mana (ke tukang pijat), buntutnya ke dokter juga," ujar dr. Tetty kepada Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta.
Menurut dr. Tetty tulang dan sendi pada anak-anak masih terbilang cukup lentur. Biasanya kalau sakit-sakit pada sendiri dia akan sembuh dengan sendirinya maksimal 3 hari. Tapi kalau tidak juga membaik segeralah bawa ke dokter ahli tulang.
"Kalau anak-anak itu sendinya sangat lentur, kita biarkan aja 2 sampai 3 hari pasti udah sembuh Kecuali 2 sampai 3 hari masih sakit baru di bawa, atau kalau patah udah pasti," jelasnya.
Hal lain yang patut dikhawatirkan, saat anak jatuh tulang belakang malah bengkok atau melengkung seperti hurufS atau C yang artinya ia mengalami skoliosis.
Ini bisa terlihat saat ia tidak berjalan tegak atau kedua bahunya tidak simetris. Segeralah periksakan diri ke ahlinya.
Baca Juga: Kelewat Heboh saat Olahraga Zumba, Putri Marino Cedera Tulang Belakang
"Kalau dia jatuh dia masih jalan nggak ada masalah sebenernya, jadi kalau jatuh kompres es, karena kalau udah cedera pasti jaringan lunak bengkak," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius