Suara.com - Nur Azleen Jamaluddin, wanita berusia 35 tahun yang namanya tercatat dalam Malaysia Book of Records (MBOR) sebagai wanita paling tinggi di Malaysia dengan ketinggian 194 sentimeter, ternyata menyimpan kisah pilu.
Tiga tahun yang lalu kemampuannya dalam melihat 'hilang' lantaran mengidap diabetes dan glaukoma.
Pada 1993, ia didiagnosis dengan kondisi Acromegaly Gigantism yang membuatnya memiliki tinggi di atas rata-rata. Sayangnya, kondisi ini justru memengaruhi kesehatannya sedikit demi sedikit.
Sejak itu, kesehatan Nur Azleen mulai menurun yang juga memengaruhi hormonnya dan harus menjalani operasi untuk mengangkat kelenjar pituitari atau kelenjar hormon.
Ternyata hal ini menyebabkan Azleen menderita diabetes, hipertensi, tiroid, artritis, dan sekarang glaukoma.
Nur Azleen mengaku awalnya penyakit-penyakit ini sulit ia terima. Namun, lambat laun ia mulai mencoba untuk ikhlas.
"Aku mencoba menyibukkan diri dan tidak ingin terlalu memikirkan penyakitku, aku pikir apapun yang Tuhan berikan kepadaku bukanlah suatu kebetulan, itu adalah rencana-Nya dan pasti ada hikmahnya," tutur Nur Azleen, melansir Harian Metro.
Karena keterbatasannya ini, ia sempat merasa seperti berada di tempat yang gelap.
"Suatu ketika aku merasa di terowongan yang gelap, aku tidak tahu harus pergi ke mana dan aku tidak bisa melihat cahaya dan merasakan bagian depan, belakang, kiri dan kanan seolah itu adalah dinding," sambungnya.
Baca Juga: Tren Garam Himalaya untuk Hipertensi, Ternyata Ini 4 Manfaat Sehat Lainnya!
Ia mengaku, sebagai motivator dirinya sering mendengar radio dan kata-kata motivasi.
"Aku tidak bisa melihat, apalagi menonton televisi. Hanya mendengarkan radio dan mengikuti segmen Ustazah Hazlina membuat saya bersemangat dan pendorong untuk terus hidup," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik