Suara.com - Anda mungkin pernah mengalami tampilan kuku tiba-tiba berubah menjadi lebih kuning, putih pekat atau kasar. Ternyata perubahan tersebut bisa menggambarkan kondisi kesehatan tubuh Anda.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), beberapa gejala mungkin tidak berbahaya tapi semuanya bisa jadi tanda penyakit kronis. Misalnya, kuku melengkung sebagai indikasi anemia atau kuku bergaris-garis sebagai tanda melanoma.
Melansir dari Asia One, berikut ini sejumlah perubahan kuku yang menandakan gejala penyakit kronis.
1. Kuku kuning
Kuku kuning bisa saja akibat kebiasaan mengecat kuku berulang, faktor usia atau merokok yang bisa menyebabkan perubahan warna kuku.
Tetapi, kuku yang menguning juga bisa mengindikasikan jamur kuku. Pada kasus yang lebih serius, kuku kuning bisa saja merupakan tanda masalah tiroid, diabetes dan penyakit pernapasan.
2. Kuku kering atau retak
Kuku yang retak terkait dengan kekurangan vitamin A dan C, infeksi jamur atau penyakit tiroid. Selain itu, gaya hidup seseorang juga bisa berdampak pada kuku retak, seperti sering cuci piring, berenang atau penggunaan cat kuku terus-menerus.
Sedangkan kuku yang melengkung ke atas bisa berarti Anda menderita anemia, kekurangan zat besi dan hemochromatosis atau penyerapan zat besi berlebih, hipotiroidisme dan penyakit jantung.
Baca Juga: Waspada, Kulit Gatal Tanpa Ruam Mungkin Gejala 5 Penyakit Kronis
3. Kuku melengkung
Kuku yang membengkak dan melengkung ke bawah bisa berarti oksigen dalam darah rendah hingga tanda penyakit paru-paru. Dalam kasus lebih serius, kuku melengkung juga bisa jadi tanda awal penyakit jantung, hati, dan ginjal.
4. Kuku bercak putih
Bercak atau bintik-bintik putih pada kuku bisa disebabkan oleh cedera serius atau trauma. Selain itu, bintik-bintik putih pada kuku juga bisa menjadi tanda-tanda infeksi jamur.
5. Kuku bergaris
Kuku yang bergaris horisontal bisa jadi akibat demam tinggi, tanda psoriasis, diabetes atau penyakit peredaran darah. Sedangkan kuku bergaris vertikal bisa jadi tanda penuaan, kekurangan vitamin B12 atau magnesium.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?