Suara.com - Jika selama ini lelaki terlihat merasa lebih bebas dan terbuka tentang masalah masturbasi, perempuan justru masih malu-malu untuk membicarakannya. Padahal, masturbasi adalah hal biasa dan dapat dilakukan laki-laki maupun perempuan.
Tidak hanya memengaruhi kesehatan reproduksi, masturbasi juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Hal itu seperti yang disebutkan oleh seksolog Shanon 'Shan' Boodram berikut ini.
1. Meredakan stres dan mengurangi depresi
Orgasme dapat meningkatkan dopamin, endorfin, dan oksitosin yang semuanya adalah hormon bahagia, sekaligus menurunkan kadar kortisol atau hormon stres.
Boodram menggambarkan kekuatan relaksasi orgasme sebagai, "Kepuasan yang alami ... (seperti) pada penggunaan heroin."
2. Meningkatkan kualitas tidur
Melepaskan semua endorfin saat masturbasi bisa sangat menenangkan sehingga banyak orang menjadi mengantuk setelah mengalami orgasme.
Namun, Boodram menunjukkan biasanya itu adalah efek dari orgasme untuk pria karena melepaskan melatonin. Sedangkan untuk wanita, hasilnya mungkin bervariasi.
Beberapa mungkin tidur dengan mudah, sementara yang lain mungkin menemukan diri mereka sedikit lebih waspada.
Baca Juga: Benarkah Masturbasi Bantu Tingkatkan Kepercayaan Diri? Ini Menurut Studi
3. Mengurangi perilaku adiktif
Meningkatnya oksitosin dapat menurunkan keinginan atau perilaku adiktif Anda terhadap hal-hal yang kurang baik, misalnya makan junk food atau bermain ponsel terlalu intens.
Hal itu karena jenis hormon bahagia yang diterima dapat membuat Anda memiliki pandangan lebih positif terhadap kehidupan. Anda cenderung tidak mendambakan hal-hal yang kurang signifikan untuk mencoba menghibur diri.
4. Meningkatkan citra tubuh
Wanita yang 'mengetahui' tubuh mereka sendiri dan dapat bersenang-senang dengannya bisa memandang diri mereka dengan rasa percaya diri yang tinggi, menurut The Chill Times.
Boodram menjelaskan jika Anda menghabiskan lebih banyak waktu secara intim dengan diri sendiri, itu adalah bentuk cinta diri, penerimaan diri, dan kepositifan tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut