Suara.com - Benarkah Penis Bisa Panjang dengan Urut atau Obat Herbal? Ini Jawaban Medis
Banyak lelaki pasti terobsesi dengan memperpanjang dan memperbesar penis. Obat-obat herbal, hingga import bermunculan. Metode memperbesar penis ala mak erot pun bahkan sudah melegenda.
Masalahnya, apakah pembesar penis benar-benar dibutuhkan para lelaki?
Bicara soal memperpanjang penis, Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK, FINSDV, menjawabnya secara medis.
"Untuk memperpanjang penis secara medis sih bisa dilakukan dengan suntikan hormon yang dilakukan oleh dokter spesialis andrologi untuk membantu memperpanjang penis tanpa operasi. Hal ini ada, umumnya ditangani oleh dokter spesialis andrologi," seru Dr. Darma saat dihubungi Suara.com, Selasa (3/12/2019)
Namun Dokter Darma berpesan tak boleh asal sembarang menyuntikan zat hormon hingga silikon secara sembarangan tanpa ada dokter yang menangani karena bisa berakibat fatal.
"Hati-hati, jangan sampai dilakukan suntikan pada penis, karena sering kali bahan yang dimasukkan adalah silikon cair yang memang bisa membesarkan. Namun silikon ini kadang bisa berpindah dan juga mengeras membentuk granuloma (seperti daging) yang sangat susah dihilangkan lho. Silikon ini kadang membuat bentuk penis jadi nggak beraturan dan cairannya bisa turun ke buah zakar," tukas dokter Darma.
Meski banyak obat-obatan herbal dan cara-cara unik untuk memperpanjang penis, Dokter Darma menyarankan juga untuk berkonsultasi secara medis untuk mengetahui dulu apakah ada efek sampingnya.
"Kalau untuk terapi secara medis sih hal ini tergolong aman, namun apabila dilakukan diluar tenaga medis, misal suntikan silicon sendiri, ini yang banyak menimbulkan masalah dan sifatnya permanen. Banyak pasien ke dokter karena efek samping ini. Perlu diingat, penis besar yang di injeksi silikon bahkan menyebabkan penurusan sensasi rasa nikmat saat berhubungan seks, maka dari itu berhati-hati untuk hal satu ini," imbau Dr. Darma.
Baca Juga: Muncul Tren Filler Penis, Apakah Efektif?
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga