Suara.com - Beberapa orang mungkin berpikir kalau pasangan tidur dengan kasur terpisah, artinya sedang bertengkar, tidak harmonis dan sebagainya. Padahal tempat tidur terpisah justru bermanfaat bagi kesehatan mereka.
Sebuah penelitian menemukan tidur terpisah justru merupakan kunci kesehatan yang lebih baik dan hubungan lebih bahagia.
Penelitian ini telah dibuktikan melalui survei terhadap satu dari enam pasangan yang memilih tidur dengan kasur terpisah. Bukan karena berselisih, hal itu dilakukan mereka demi mendapatkan tidur malam yang nyenyak.
Karena, tidur dengan orang yang mendengkur, gelisah atau merangkak masuk di tengah malam ketika yang satu sudah tidur nyenyak bisa mengganggu kenyamanan pasangan. Selain itu, kondisi ini juga meningkatkan emosional pasangan.
Dr. Neil Stanley, advokat terkemuka dunia pun turut melakukan penelitian ini selama 35 tahun. Selama waktu itu, Neil Stanley juga tidur terpisah kasur dan ruangan dengan pasangannya.
Setelah itu, ia menemukan bahwa sepertiga dari gangguan tidur yang dialami orang-orang bisa disebabkan oleh pasangannya. Karena itu, ia menilai tidur satu ranjang dengan pasangan berdampak pada masalah kesehatan hingga keharmonisan hubungan.
Sebuah analisis tahun 2016 oleh Paracelsus Medical University di Jerman menunjukkan bahwa masalah tidur dan hubungan cenderung terjadi bersamaan.
Penelitian juga menunjukkan mereka yang kurang tidur memiliki tingkat perceraian yang lebih tinggi. Jika seseorang tidur tak nyenyak membuat mereka kurang empati dan lebih suka berdebat.
"Tidur yang buruk memengaruhi kinerja, hubungan, meningkatkan risiko kecelakaan. Dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan berat badan, diabetes tipe 2 dan depresi," ujar Stanley dikutip dari Daily Mail.
Baca Juga: Orang yang Lahir Bulan April Berisiko Sakit Jantung, Ini Alasannya!
Hal ini terjadi karena setiap sel dalam tubuh memiliki waktu sendiri. Sehingga gangguan yang berkepanjangan terhadap ritme karena kurang tidur memiliki efek ketukan pada setiap sel.
"Tidur sangat penting dan tidak ada alasan untuk kompromi demi membangun hubungan sosial yang tidak ilmiah antara tidur bersama," ujarnya.
Selain itu, Stanley juga berpendapat bahwa hubungan seks cenderung lebih disengaja ketika pasangan tidur seranjang. Sehingga hubungan seks bisa terjadi karena mereka sedang berduaan.
"Hubungan seks dengan pasangan yang tidur seranjang itu bisa terjadi karena Anda dan pasangan sedang berduaan. Namun, belum tentu sesuai waktu terbaik secara emosional atau fisiologis untuk berhubungan seks," jelasnya.
Profesor Hilary Hinds, seorang peneliti di Lancaster University juga berpendapat bahwa penularan penyakit bisa disebabkan oleh udara yang kotor. Jadi, ada kemungkinan menghirup udara dari napas yang dihempaskan oleh pasangan sekamarmu bisa menempatkan Anda pada risiko kesehatan tertentu.
"Kondisi ini mungkin bisa jadi masalah lebih jauh jika pasangan mendengkur atau memiliki napas yang kurang segar," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat