Suara.com - Gerhana matahari cincin bisa dilihat dari sebagian wilayah di Indonesia. Dan bagi Anda yang berencana untuk ikut mengamati fenomena alam ini, selain mempersiapkan peralatan pendukung untuk melindungi kesehatan mata, penting juga untuk konsumsi makanan penangkal efek sinar ultraviolet (UV).
Sinar UV sendiri bukan hanya tidak baik untuk kesehatan mata Anda, tetapi juga pada kesehatan kulit dan organ lain yang terpapar secara langsung. Untuk itu, penting bagi Anda untuk konsumsi makanan-makanan tertentu yang dapat membantu menangkal efek buruk sinar UV, yaitu makanan yang mengandung antioksidan. Ini dia daftarnya, seperti dilansir dari laman Eat This.
1. Anggur
Polifenol di dalam anggur memberi efek perlindungan terhadap sengatan sinar UV. Jurnal of Agricultural and Food Chemistry menyebut bahwa polifenol dapat menghambat radikal bebas reactive oxygen species (ROS) yang diinduksi oleh sinar UVA atau UVA, serta senyawa berbahaya lainnya.
2. Paprika Merah
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Photochemical and Photobiology, paprika merah disebut mengandung beta karoten — pigmen tumbuhan dan prekursor vitamin A — yang memberikan perlindungan terhadap sengatan matahari. Jumlah beta karoten yang dikandung cukup banyak, yaitu 42.891 mikrogram per 100 gram.
3. Ubi
Satu cangkir ubi yang dimasak dan dihaluskan mengandung 30.976 mikrogram beta-karoten. Tips mengolah ubi, tambahkan sedikit minyak zaitun! Lemak tak jenuh yang sehat dari minyak zaitun akan membantu tubuh Anda menyerap lebih baik vitamin A pada ubi.
4. Minyak Zaitun
Baca Juga: Sinar UV Sebabkan Kanker Kulit, Percegahan Ini Tak Cukup Lindungi Tubuh
Minyak zaitun mengandung squalene, senyawa yang memiliki kekuatan antioksidan dan mencegah kematian sel kulit akibat stres oksidatif, seperti paparan sinar matahari. Demikian ungkap hasil studi tahun 2009 dalam jurnal Molecules.
5. Stroberi
Stroberi dapat memberi perlindungan terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Sebuah studi pada 2015 di International Journal of Molecular Sciences menyatakan bahwa stroberi memiliki kapasitas antioksidan yang tinggi, serta kandungan antosianin dan vitamin yang penting, yang menghasilkan efek perlindungan pada sel-sel kulit terhadap kerusakan yang disebabkan oleh UVA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan