Suara.com - Personel Red Velvet, Wendy mengalami cedera patah tulang panggul dan pergelangan tangan ketika gladi resik acara SBS Gayo Daejun 2019. Saat itu Wendy Red Velvet terjatuh dari panggung yang tingginya sekitar 2,5 meter.
Akibatnya, Wendy Red Velvet pun menjalani perawatan rumah sakit dan butuh waktu berminggu-minggu untuk penyembuhan cedera patah tulangnya.
Perlu dipahami, cedera patah tulang seperti yang dialami Wendy Red Velvet memang tidak boleh sembarangan. Bahkan, Anda tidak disarankan melakukan pijat tradisional jika mengalami patah tulang.
Melansir dari quora.com, pijatan bisa memberi tekanan pada tulang dan sendi. Jika orang yang memijat tidak bepengalaman, mereka mungkin saja salah menekan dan justru makin memperburuk kondisi tulang yang patah.
Karena itulah, sebagaian besar ortopedik menutupi bagian tulang yang patah atau retak menggunakan gips. Tujuannya, bagian yang mengalami patah tulang atau retak aman dari tekanan dan cepat sembuh.
Adapun langkah-langkah yang tepat untuk menolong orang cedera patah tulang, seperti yang dilansir dari hellosehat.com, antara lain:
Langkah 1: Stabilkan daerah yang terluka dengan berdiam diri dan jangan bergerak agar tidak menyebabkan cedera lebih lanjut. Penolong juga tidak memindahkan korban jika punggung atau lehernya cedera.
Langkah 2: Bungkus atau tutup luka terbuka dengan perban atau kain steril untuk menghentikan pendarahan.
Langkah 3: Tutup mata korban dengan kain atau semacamnya dan tinggikan kakinya sekitar 30 cm ketika mereka terlihat syok . Tanda-tanda syok biasanya seperti pusing, lemah, kulit pucat, berkeringat dan sesak napas.
Baca Juga: Wendy Red Velvet Patah Tulang Pergelangan Tangan, Berapa Lama Sembuhnya?
Langkah 4: Kompres bagian yang cedera menggunakan es atau sesuatu yang dingin untuk mengurangi pembengkakan. Tetapi, jangan tempelkan es batu langsung ke kulit.
Anda bisa melakukan langkah-langkah di atas ketika membantu orang patah tulang sembari menunggu tim medis datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi