Suara.com - Setelah kakak iparnya Ibra Azhari terseret kasus narkoba, polisi juga turut mengamankan Medina Zein kemarin Minggu (29/12/2019). Setelah pemeriksaan urine, Medina Zein dinyatakan positif narkoba.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan adik ipar Ibra Azhari, Medina Zein positif menggunakan narkoba jenis amfetamin.
"Yang bersangkutan kita sudah lakukan pemeriksaan, dan juga kita tes urine positif mengandung Amfetamin. Urine itu positif memang yang bersangkutan itu pemakai juga," kata Yusri Yunus saat ditemui di gedung Humas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/12).
Kini pihak penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut. Sampai saat ini Medina Zein masih terus dilakukan pemeriksaan.
Seperti yang Anda ketahui, sekarang ini Medina Zein masih aktif menyusui anaknya yang berusia 3 bulan. Kabar tentang Medina Zein positif narkoba ini tentu menjadi perhatian publik.
Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran publik adalah kondisi anak Medina Zein yang dinyatakan positif narkoba. Padahal menyusui adalah cara terbaik seorang ibu memberi makan bayi selama kehidupan pertama mereka.
Jika seorang ibu mengonsumsi atau memiliki kecanduan terhadap zat-zat seperti narkoba tentu tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga bayinya.
Sebenarnya dilansir dari verywellmind.com, banyaknya jumlah obat yang diekskresikan dalam ASI tergantung pada karakteristik obat tersebut dan cara memasukkan ASI dari plasma darah Anda.
Rasio konsentrasi obat, susu dan plasma berkaitan dengan proporsi obat yang ada di dalam ASI. Namun, rasio ini bervariasi dari waktu ke waktu. Ada pula faktor lain yang memengaruhi seberapa banyak obat mengontaminasi ASI.
Baca Juga: Main Gadget Sambil Jalan Bisa Tingkatkan Risiko Cedera, Ini Temuan Studi
Tingkat paparan obat atau narkoba pada bayi dapat diperkirakan dengan mengasumsikan berapa banyak bayi minum susu per hari.
Penelitian tentang efek berbahaya narkoba pada bayi melalui ASI masih sangat jarang. Karena, penelitian ini dinilai tidak etis yang mungkin bisa membahayakan bayi dengan cara sengaja memberikan ibu menyusui obat-obatan.
Namun, ada beberapa penelitian pada bayi yang mendapat ASI dari ibu pemakai narkoba. Perpustakaan Kedokteran Nasional AS di National Institutes of Health pun menyimpan informasi mengenai efek samping narkoba dalam ASI. Berikut ini beberapa jenis narkoba dan efeknya jika dikonsumsi ibu menyusui.
Kokain
Kokain dan produk penguraiannya berpindah dari ibu ke ASi dan bayi sangat sensitif terhadap zat-zat ini. Bayi yang mendapat kokain melalui ASI akan lebih mudah marah, gemetaran, muntah dan diare.
Ganja
Berita Terkait
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Pelihara Bandar? Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta Tiap Minggu
-
Kasat-Kanit Polres Toraja Utara Dipatsus, Mabes Polri: Tak Ada Ampun bagi Anggota Terlibat Narkoba
-
Kasat Narkoba Diduga Terima 'Uang Setoran' Rp13 Juta Tiap Pekan dari Bandar Narkoba di Toraja Utara
-
Hotman Paris Siap Bela ABK Terancam Hukuman Mati dalam Kasus Narkoba
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi