Suara.com - Pascabanjir, salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi adalah diare, terutama pada anak-anak. Diare bisa membahayakan nyawa, sehingga penanganan diare khususnya pada anak, harus dilakukan sesegera mungkin.
Menurut dr. I.G.A.N Partiwi, SpA, MARS melalui akun Instagram @drtiwi, poliklinik tempatnya berpraktik banyak menemukan kasus anak diare. Biasanya, penyebab diare adalah lingkungan sekitar yang kotor, bisa akibat rumah kebanjiran atau akses di sekitar rumah yang masih terendam air. Di saat sperti ini, kuman dan virus akan sangat mudah berkembang dan menular.
Untuk mencegah diare, dokter yang akrab disapa dr. Tiwi ini menekankan penting menjaga kebersihan, misalnya membiasakan mencuci tangan sebelum makan, setiap kali mau keluar atau pulang dari bepergian juga harus cuci tangan, kemudian hati-hati ketika berada di tempat umum. "Jadi, pilih tempat makan yang bersih. Dan sementara ini, hindari dulu menyentuh yang macam-macam dulu, terutama anak-anak yang suka pegang-pegang," katanya.
Lalu, bagaimana penanganan diare pada anak yang tepat? Menurut dr. Tiwi, yang paling utama adalah orangtua harus mencegah terjadinya dehidrasi dengan memberikan minum atau cairan elektrolit yang banyak.
"Cairan elektrolit ini bisa dibikin sendiri. Ini campuran air gula dan garam. Jadi, garamnya cuma sedikit, seperempat sendok teh saja. Masukkan ke segelas air, kemudian tambah satu sendok makan. Aduk. Itu diminum," jelasnya.
Atau, bisa juga anak diberi air tajin. Cara membuatnya, dua sendok makan makan beras campur 4 gelas air, kemudian direbus sampai mendidih. Setelah air mendidih, tambahkan garam seperempat sendok.
"Tapi air tajin ini hanya digunakan kalau anak diare atau muntah, ya. Jadi, jangan berikan air tajin untuk sehari-hari kepada anak," tegas dr. Tiwi.
Jika diare terus berlanjut, bahkan disertai dengan gejala demam tinggi dan anak tampak lemah, segeralah bawa anak ke dokter.
Baca Juga: Cegah Diare, Menkes Terawan Minta Korban Banjir Tak Lupa Cuci Tangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus