Suara.com - Edukasi seksual memang penting diajarkan kepada anak-anak. Bahkan, beberapa pakar merekomendasikan untuk melakukannya sejak dini.
"Manusia adalah makhluk sosial sejak mereka dilahirkan," kata kepala eksekutif di Rutgers University, Dan Rice.
Mungkin Anda merasa sangsi saat membacanya, namun, Rice memiliki alasan untuk itu.
Seiring perkembangan, anak-anak sudah mencoba untuk memproses dunia mereka dan tubuh mereka adalah bagian penting dari hal itu.
Bukan berarti hanya mengajarkan tentang bagaimana tubuh mereka berkembang, tetapi juga mengajarkan tentang batasan pada tubuh mereka dan siapa yang bisa atau tidak bisa menyentuhnya.
"Anak-anak berusaha memahami bagian tubuh mereka dan perasaan mereka. Itu semua terasa membingungkan," tutur Nora Gelperin, ketua Sexuality Education for Advocates for Youth.
Berikut beberapa cara mengajarkan edukasi seksual kepada anak-anak, dilansir dari Insider.
1. Penyebutan anatomi tubuh secara gamblang
Beberapa orangtua akan menggunakan kata imut untuk menyebut organ reproduksi. Namun, ini membuat mereka merasa istilah yang sebenarnya tidak boleh digunakan dan mereka harus malu atas bagian tubuh tersebut.
Baca Juga: Di Jogja Putri Mahkota Denmark Bicara soal Kesehatan Reproduksi pada Remaja
"Anda menyebut hidung dengan hidung dan siku dengan siku. Jadi, ketika Anda berbicara tentang vulva atau penis, Anda juga harus menyebutnya demikian," jelas Rice.
Sementara itu, Gelperin merekomendasikan untuk memanfaatkan waktu mandi atau mengganti popok sebagai kesempatan untuk berlatih memberi nama bagian tubuh dengan si kecil.
Dengan begitu, jelasnya, ketika mereka terus tumbuh dan menjadi pandai berbicara, mereka sudah mengetahui kosakata tersebut untuk melakukan percakapan terbuka tentang tubuh mereka.
Mengajari anak untuk menyebut bagian tubuh secara tepat adalah langkah aman, karena 'predator' sering memangsa anak patuh yang kemungkinan tidak tahu kata 'vagina' atau 'penis'.
Menurut Gelperin, anak yang tidak bisa menyebut bagian tubuh pribadi ini secara akurat cenderung dilaporkan atas kasus pelecehan.
"Anda tidak perlu menununjukkan gambaran secara detail. Beri nama saja dan jelaskan bahwa wajar dan tidak apa-apa untuk menanyakan fungsi dari bagian tubuh tersebut," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak