Ingin tahu apalagi manfaat baik skin to skin contact antara ayah dan bayi sesaat setelah kelahiran mereka? Berikut daftarnya seperti yang dilansir Nuroobaby.
1. Mempercepat perkembangan otak
Skin to skin contact adalah pengalaman multi-indera. Meletakkan bayi di kulit ayah dapat meningkatkan perkembangan jalur saraf esensial, yang mempercepat pematangan otak bayi. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa posisi ini membuat mereka tidur lebih tenang dan lama, yang meningkatkan pola organisasi di otak dan mengurangi respons stres bayi.
2. Menenangkan dan mengurangi stres
Hubungan langsung dengan kulit ayah selama posisi skin to skin contact akan sangat menenangkan bayi, sehingga kadar kortisol (hormon stres) bayi berkurang secara terukur dalam waktu 20 menit setelah kulit mereka bersentuhan dengan sang ayah. Dan, yang luar biasa, rasa sakit yang mungkin mereka rasakan berkurang ketika melakukan skin to skin contact. Sehingga, bayi yang mendapatkan pengalaman ini secara teratur, lebih jarang menangis dan lebih sedikit merasa gelisah.
3. Meningkatkan kualitas tidur
Selama skin to skin contact, sebagian besar bayi akan lebih mudah tertidur dan mencapai apa yang disebut "tidur tenang", yakni kondisi tidur nyenyak alami selama 60 menit atau lebih.
4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh bayi akan terangsang selama skin to skin contact. Ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh ayah yang sudah matang akan menularkan antibodi dari kulitnya untuk bayi mereka. Berada di kulit ayah juga meningkatkan hidrasi pada kulit bayi, yang memberikan mereka pelindung dari bakteri berbahaya yang bisa masuk melalui kulit mereka.
Baca Juga: Pentingnya Ikatan Ayah dan Anak Perempuan, Mampu Atasi Rasa Kesepian
5. Merangsang pencernaan dan membantu penambahan berat badan
Skin to skin contact juga mengurangi kadar hormon kortisol dan somatostatin pada bayi, yang memungkinkan penyerapan dan pencernaan nutrisi menjadi lebih baik, sekaligus mengurangi masalah pencernaan. Dengan pengurangan hormon-hormon ini, tubuh bayi mempertahankan lemak sehat yang dihasilkan sesaat setelah kelahiran mereka, membantu menjaga berat lahir, dan menjaga suhu tubuh tetap hangat. Setelah satu jam melakukan skin to skin contact, sistem pencernaan bayi akan memiliki keseimbangan yang tepat dengan fungsi yang optimal.
6. Menyinkronkan detak jantung dan pernapasan
Sederhananya, selama melakukan skin to skin contact dengan ayah, tubuh bayi akan belajar mengatur diri sendiri, menghasilkan detak jantung dan pola pernapasan yang teratur dan stabil. Sebanyak 75 persen dari pernapasan sporadis dan denyut jantung yang lambat akan berkurang melalui pengalaman skin to skin contact.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?