Suara.com - Pada zaman yang serba digital ini, media sosial menjadi semakin sulit dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Terlebih bagi mereka yang sudah terlanjur kecanduan.
Beberapa orang yang sadar bahwa dirinya cukup kecanduan media sosial mungkin menyadari dan sempat berusaha untuk menguranginya. Ada yang berhasil, namun ada juga yang tidak.
Anda tidak dapat memastikan rasa kecanduan dalam semalam, namun , dilansir Tech Times, ada cara untuk melakukannya secara bertahap tanpa harus menghapus akun yang sudah lama dipunyai.
Tingkat kecanduan: Rendah
1. Bersihkan feed
Tipsnya adalah hanya ikuti akun dan media yang baik untuk kesehatan mental Anda.
2. Lacak penggunaan media sosial
Unduh aplikasi yang dapat melacak waktu yang Anda habiskan untuk media sosial setiap harinya. Pada dasarnya, hasil dari pelacakan waktu ini untuk memotivasi Anda mengurangi waktu media sosial dan menggunakan waktu dengan lebih bijak.
3. Matikan notifikasi
Baca Juga: Ubah Stigma, Media Sosial Mampu Membantu Pengguna Terhindar dari Bunuh Diri
Mengetahui atau merasakan getaran dari ponsel terkadang dapat mengganggu. Caranya adalah coba atur ponsel dalam mode senyap sehingga Anda tidak terus menerus memeriksa ponsel untuk melihat notifikasi.
Tingkat kecanduan: Sedang
1. Gunakan jam ber-alarm
Jika Anda serius ingin mengurangi waktu bermedia sosial, lebih baik cepat mengganti alarm ponsel yang biasanya diletakkan di samping tempat tidur dengan jam biasa.
Tujuannya adalah untuk menghindarkan Anda dari bermain ponsel sebelum tidur dan setelah bangun.
2. Hapus aplikasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya