Suara.com - Studi: Ibu Hamil Makan Omega-3, Risiko Anak Idap Asma Berkurang
Ibu hamil yang memiliki asma bisa mencegah anak mengalami hal serupa. Studi menyebut, konsumsi ikan salmon dan makanan lainnya yang mengandung omega-3 tinggi bermanfaat untuk mencegah risiko asma pada anak.
Studi itu, yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, mendapati perempuan yang makan 2,4 gram suplemen omega-3 semasa kehamilan tiga bulan terakhir, risiko anaknya terkena asma berkurang 31 persen.
Ikan laut dingin, terutama salmon dan sardin, merupakan sumber terbaik asam omega-3.
Para pakar mengatakan nutrisi itu sejak lama diketahui mengandung zat anti-peradangan dan penting untuk mengatur respon kekebalan pada manusia. Asma adalah kelainan sistem kekebalan.
Para periset pada Studi Prospektif mengenai Asma pada Anak-anak di Copenhagen (COPSAC) dan Universitas Waterloo di Kanada mengadakan studi terhadap hampir 700 perempuan Denmark yang sedang mengandung.
Para periset Kanada menghitung tingkat asam lemak omega-3 berantai panjang dalam darah perempuan saat usia kehamilan 24 minggu dan kemudian seminggu setelah persalinan. Kesehatan anak-anaknya kemudian dipantau selama lima tahun, usia dimana gejala–gejala asma, termasuk bersin, seringkali muncul. Perempuan yang tingkat asam lemak omega-3-nya rendah pada awal studi mendapat manfaat besar dari suplemen, menurut para periset.
Sekarang ini, satu dari lima anak kecil menderita asma sebelum usia sekolah, dan bahwa persentasenya naik lebih dari dua kali dalam beberapa dasawarsa terakhir di negara-negara Barat. Para penyidik mengatakan hal itu disebabkan rendahnya tingkat asam lemak pada perempuan hamil.
Hans Bisgaard dari COPSAC di Rumah Sakit Universitas Copenhagen mengatakan, studi ini membuktikan bahwa faktor-faktor itu saling berkaitan.
Baca Juga: 5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Baik untuk Penderita Asma
"Mengidentifikasi perempuan-perempuan itu dan memberi mereka suplemen seharusnya dianggap sebagai pertahanan terdepan untuk mengurangi dan mencegah asma pada anak-anak," kata Ken Stark, Kepala Riset Kanada dalam Lipidomics Nutrisi di Waterloo, yang memimpin tes itu. (VOA Indonesia)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?