Suara.com - Kompak, Dokter-dokter Tak Setuju Rokok Elektrik Beredar di Indonesia
Sikap tegas datang dari beragam organisasi profesi dokter di Indonesia. Secara tegas, dokter-dokter ini menolak peredaran rokok elektrik dan vape di Indonesia.
Brigjen (Purn) dr Alexander K. Ginting, SpP, FCCP, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan mengatakan meningkatknya jumlah perokok pemula di Indonesia sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Salah satu pemicunya adalah penggunaan rokok elektrik yang masif di kalangan anak muda.
"Kita lihat angkanya diharapkan turun jadi 5,4 persen, malah naik jadi 10,7 persen di tahun 2019. Padahal mau rokok elektrik, rokok biasa yang dibakar, atau tembakau dipanaskan, sama-sama berbahaya dan mengganggu paru-paru," tutur dr Alexander, dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Rabu (15/1/2020).
Di kesempatan yang sama, dr Cut Putri Arianie, MHKes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes RI, mengatakan dari sisi kesehatan, tidak ada manfaat dengan beredarnya rokok elektrik di Indonesia. Kemenkes pun aktif memberikan advokasi kepada pihak-pihak terkait dari sisi pemerintah.
"Kita selalu memberikan rekomendasi. Kenaikan cukai rokok tembakau kemarin juga rekomendasi Kemenkes, penerapan kawasan tanpa rokok juga rekomendasi dari Kemenkes. Tapi kan kemenkes tidak bisa bersuara sendirian, harus disanding dengan aspek ekonomi oleh mereka (lembaga dan Kementerian lainnya)," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh dr Agus Dwi Susanto, SpP, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Rokok elektrik menurutnya digemborkan sebagai alat bantu untuk bisa berhenti merokok tembakau. Padahal dari sisi modalitas, rokok elektrik tidak bisa dikategorikan sebagai alat bantu berhenti merokok.
"Karena pertama, sama-sama ada nikotinnya. Pada rokok elektrik yang tidak ada nikotin, masih ada zat-zat karsinogenik dan bahan toksik dan iritatif, yang bisa menyebabkan kanker hingga peradangan. Karena itu dengan tegas, kami menolak peredaran rokok elektrik," urai dr Agus.
Baca Juga: Asap Rokok Elektrik terhadap Perokok Pasif, Ini Bahayanya
Sementara itu, dr Catharine Mayung Sambo, SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebut rokok elektrik merupakan pintu gerbang menuju kebiasaan merokok lainnya.
"Semakin dini terpajan rokok elektrik, semakin dini pula potensi menjadi perokok konvensional. Risiko kerusakan dan hambatan tumbuh kembang pun makin tinggi. Maka dari itu, rokok elektrik sebaiknya dilarang," paparnya lagi.
Pun dengan organ lainnya seperti jantung. dr Vito Damay, SpJP dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular mengatakan rokok elektrik juga bisa membahayakan jantung.
"Perubahan struktur jantung, kerusakan pembuluh darah yang meningkatkan risiko serangan jantung dan sederet efek lain," kata dr Vito.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit