Suara.com - Depresi merupakan gangguan kesehatan jiwa yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini dapat berakibat fatal bagi orang yang mengalaminya, bahkan sampai bunuh diri.
Ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk meredakan depresi, salah satunya adalah mengonsumsi obat antidepresan.
Menurut ahli, obat depresan ini dapat menyeimbangkan senyawa dan zat yang diperlukan otak agar berfungsi secara normal pada orang penderita depresi.
Umumnya obat ini aman apabila dikonsumsi sesuai dengan aturan dari dokter atau psikiater. Makin parah tingkat depresi, makin berdampak pula antidepresan pada kesembuhan, seperti dilansir Hello Sehat.
Kendati demikian, meski dapat meringankan gejala depresi, antidepresan juga memiliki efek samping tersendiri.
Berdasarkan Medical News Today, penggunaan antidepresan dapat menyebabkan disfungsi seksual, dan penelitian tentang hal ini telah diunggah ke Drug, Healthcare, and Patient Safety.
Dari laporan penelitian, gejala umum yang dirasakan oleh pengguna misalnya hasrat seksual menurun, hilangnya gairah seksual, juga orgasme berkurang atau tertunda.
Gejala ini memang tidak sama pada setiap orang. Ada juga beberapa gejala yang khusus terjadi pada pria dan wanita.
Bagi para pria, gejala yang lebih spesifik dapat terjadi, seperti kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Mereka juga mungkin mengalami ejakulasi yang tertunda atau menyakitkan.
Baca Juga: Berkebun Cegah Depresi, Cara Kerja Bakteri Tanah Mirip Antidepresan
Disfungsi seksual seperti ini dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang yang memengaruhi hubungan hingga menurunkan kepercayaan diri.
Sayangnya, apabila seseorang berhenti mengonsumsi antidepresan, makan akan mengalami gejala penarikan. Inilah sebabnya orang yang mengalami efek samping seksual akan disarankan teknik penanganan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia