Suara.com - Kuku yang masuk ke jempol kaki memang menyakitkan, tapi kondisi ini tidak ada apa-apanya dengan yang dialami oleh seorang wanita bernama Kiara ini.
Dalam tayangan program My Feet Are Killing Me di TLC pada Kamis (16/1/2020) kemarin, diperlihatkan kondisi Kiara yang memiliki dua jempol kaki dan tumbuh menjadi satu (berhimpitan).
Kondisi ini membuat jempol kaki Kiara terlihat lebih besar dari ukuran umum dan kata Kiara, sangat menyakitkan.
"Kiara adalah kasus yang sangat menarik," kata podiatris asal New Jersey, Brad Schaeffer, yang menangani gadis tersebut.
"Dia memiliki jempol kaki yang sangat besar. Tubuhnya menumbuhkan jari kaki lain di bagian dalam kakinya," sambungnya.
Schaeffer pun melakukan operasi pada Kiara dengan membuat sayatan di antara kedua jempol. Ternyata, pada jempol kedua Kiara pun sudah tumbuh tulang yang cukup sulit dihilangkan.
"Tulang itu berada tepat di bagian yang tidak dapat aku tembus dengan pisau," kata dr. Schaeffer, dilansir Health.
Hingga ia harus mengganti pisau dengan alat lain yang akhirnya dapat memotong tulang tersebut.
Kondisi Kiara ini disebut dengan Polydactyl atau Polydactyly.
Baca Juga: Viral Baby Sitter Minta Anak Hisap Jempol Kaki, CCTV Bongkar Perlakuannya
Menurut Medical News Today, polydactyly adalah suatu kondisi di mana seseorang dilahirkan dengan jari tangan atau kaki ekstra pada satu atau kedua tangan dan kaki mereka.
Kondisi ini dapat diturunkan dalam keluarga atau kondisi genetik. Jika di dalam keluarga tidak ada yang memilikinya, artinya ada perubahan gen saat orang tersebut masih di dalam kandungan.
Berdasarkan Schaeffer, ini adalah kondisi yang langka dan bukan satu-satunya kasus 'aneh' yang pernah ditanganinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya