Suara.com - Orangtua pasti berusaha menjaga anaknya agar tak jatuh sakit. Seperti Lauren Redfern, seorang ibu 31 asal Inggris tahun yang memeringatkan orangtua lainnya agar tak membiarkan anaknya dipeluk dan dicium sembarang orang.
Lauren Redfern memeringatkan hal itu setelah merasa bersalah tak bisa menjaga anaknya yang berusia 4 tahun. Karena, anaknya menderita virus herpes yang menyerang telinganya.
Ia pun menceritakan awal mula anak balitanya menderita virus herpes simpleks (HSV) ketika seseorang yang menderita flu mencium anaknya saat baru lahir. Hal itu membuat telinga anaknya bengkak dan melepuh.
"Ini kondisi telinga anakku karena dicium oleh orang yang sedang sakit flu. Saya hanya ingin menunjukkan kepada orang-orang betapa berbahaya virus herpes simplek. Kondisi anak saya lebih buruk daripada yang terlihat," kata Lauren dikutip dari The Sun.
Akibatnya, anaknya harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 4 hari dan diberi antibiotik melalui infus. Karena telinga anaknya merasa terlihat seperti terbakar, melepuh dan berdarah akibat herpes simpleks.
Bahkan dokter mengatakan bahwa anaknya akan memiliki virus HSV selama sisa hidup. Gejalanya pun akan terus menyala ketika sistem kekebalan tubuh melemah serta kelelahan.
"Dia mengalami rasa sakit yang parah untuk bayi. Apalagi herpesnya seperti terbakar, lecet, berdarah dan dia terus menangis," ujarnya.
Lauren mengatakan bahwa anaknya sampai kesulitan berbaring akibat kondisinya. Apalagi dokter memberi tahu kalau anakku akan memiliki penyakit ini sepanjang hidupnya. Penyakit ini seperti sepsis yang akan memburuk ketika dia kelelahan," jelas Lauren.
Karena itu, Lauren meminta semua orang agar tak sembarangan menyentuh, memeluk dan mencium bayi baru lahir, terutama jika seseorang sedang sakit.
Baca Juga: Menkes Terawan Ingatkan Tak Semua Warga China yang Datang Bawa Virus Corona
"Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian pada bayi yang baru lahir. Bayiku harus menderita penyakit ini selama sisa hidupnya," tuturnya.
Lauren bercerita anaknya adalah sosok yang cukup aktif dan senang bermain. Ia baru menyadari anaknya menderita herpes simpleks ketika berusia 6 bulan.
Saat itu terasa memilukan melihat anaknya kesakitan. Apalagi anaknya harus mengalami kesakitan akibat penyakit itu setiap dua hingga tiga kali setahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal