Suara.com - Obesitas atau Kegemukan? Dokter Gizi Bagikan Cara Hitung Indeks Massa Tubuh
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi pada 2018 ada 2,3 miliar orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan dan 700 juta di antaranya mengalami obesitas.
Indonesia sendiri masuk urutan ke-5 di Asia Tenggara sebagai negara dengan jumlah obesitas terbanyak. Bahkan angka prevalensi meningkat drastis dalam 5 tahun terakhir.
Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi obesitas Indonesia mencapai 21,8 persen. Padahal pada 2013 hanya sebesar 14,8 persen.
Tapi, mirisnya jarang yang sadar kalau kita sudah masuk kategori obesitas, yang alhasil baru mendapat penanganan saat kondisinya memburuk. Lalu, bagaimana cara mengenalinya?
Dokter Spesialis Gizi Klinik Siloam Hospital Kebon Jeruk dr. Marya Warascesaria Haryono, Sp.GK menjelaskan cara mengeceknya bisa melalui metode perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), dengan rumus perhitungan berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan (meter). Lalu hasilnya dilihat apakah kurang dari 18,5 atau lebih dari 23.
"Jika hasil akhir perhitungan IMT Anda kurang dari 18,5 maka anda dianggap kekurangan berat badan. Sebaliknya jika hasilnya lebih dari 23 maka Anda dianggap kelebihan berat badan. Seseorang dinyatakan mengalami obesitas jika memiliki hasil perhitungan di antara 25 hingga 34,5. Selanjutnya seseorang mengalami obesitas ekstrem jika hasil IMT di atas 35," terang dr. Marya di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (30/1/2020).
Di sisi lain Dokter Spesialis Bedah Siloam Hospital Kebon Jeruk Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD menyebut bahwa obesitas bisa sangat berbahaya untuk perempuan, jika berat badan sudah lebih dari 30 kilogram dari berat badan ideal. Dan lebih dari 40 kilogram bagi laki-laki.
Selanjutnya kata Dr. Wifanto, obesitas termasuk golongan penyakit kronik yang bisa memengaruhi beberapa fungsi organ tubuh. Bahkan bisa memicu penyakit komplikasi yang sangat berbahaya bagi tubuh.
Baca Juga: Bukan Nasi Putih, Inilah Penyebab Kegemukan yang Sebenarnya
"Risiko komplikasi obesitas antara lain penyakit paru-paru, kolesterol tinggi, stroke, diabetes tipe 2, sesak napas, varises, aterosklerosis, hipertensi, asma, penyakit lambung, apnea tidur, penyakit batu empedu, disfungsi ereksi, gangguan menstruasi, gangguan ginjal, gangguan hati, sakit sendi, kanker usus, kanker rahim, kanker payudara hingga serangan jantung," ungkap Dr. Wifanto.
Jadi, kalau sudah diabetes maka yang harus dilakukan sesegera mungkin adalah serius mengatur pola makan, pengobatan, melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, hingga upaya terakhir pembedahan metabolik yang disebut operasi bariatirik.
"Namun, apabila penurunan berat badan dengan pemberian obat-obatan, latihan fisik, dan cara lainnya masih belum bisa, solusinya adalah dengan pembedahan metabolik dan bariatrik," tutul Dr. Wifanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman