Suara.com - Mencuci tangan di bawah air mengalir, meski tanpa sabun, diklaim lebih efektif untuk menghentikan penyebaran kuman flu daripada menggunakan pembersih tangan atau hand sanitizer berbahan dasar etanol, menurut para peneliti Jepang.
Dilansir dari Minnpost, alasannya ketika lendir basah mengelilingi virus, ia bertindak sebagai hidrogel pelindung, menjaga agar disinfektan tidak mencapai dan membunuh kuman.
Tetapi ketika Anda mencuci dengan air yang mengalir, tindakan menggosok tangan (jika Anda melakukannya dengan saksama) menghilangkan lendir dan mencuci virus ke saluran pembuangan.
Para penulis penelitian, yang diterbitkan di jurnal mSphere, mengatakan mereka agak terkejut dengan hasilnya. Studi sebelumnya telah menyarankan pembersih berbasis etanol efektif terhadap virus flu.
"Kami telah memperkirakan bahwa virus dalam lendir akan agak resisten terhadap desinfektan alkohol," kata dr. Ryohei Hirose, penulis utama penelitian dan seorang gastroenterolog molekuler di Kyoto Profectural University of Medicine, dalam sebuah wawancara dengan Healthline.
Studi ini melibatkan serangkaian tes di mana Hirose dan rekan-rekannya mengambil dahak (campuran air liur dan lendir batuk) dari orang yang terinfeksi virus influenza A (jenis virus flu yang paling umum) dan meletakkannya di ujung jari 10 sukarelawan.
"Kami bertujuan untuk mereproduksi situasi di mana lendir menular keluar dari pasien yang terinfeksi flu menempel pada jari staf medis," mereka menjelaskan.
Para peneliti kemudian menerapkan pembersih tangan ke jari-jari para relawan, baik setelah lendir benar-benar kering (proses yang memakan waktu sekitar 40 menit) atau saat masih basah.
Ketika lendir kering, pembersih membutuhkan waktu sekitar 30 detik untuk menonaktifkan virus. Ketika lendir basah, bagaimanapun, butuh delapan kali lebih lama, yakni sekitar empat menit.
Baca Juga: Kuman TBC Tak Tahan Panas, Kok Tahan Hidup di Indonesia yang Tropis?
Sebaliknya, ketika para sukarelawan mencuci lendir dengan menggosok tangan mereka di bawah air mengalir tanpa sabun, virus flu dimusnahkan dalam 30 detik, terlepas dari apakah lendir itu kering atau basah.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran tentang praktik kebersihan tangan saat ini di rumah sakit dan klinik dokter yang sangat bergantung pada pembersih tangan.
Para peneliti mengatakan mereka berharap temuan mereka akan digunakan untuk mengembangkan pendekatan yang lebih efektif untuk kebersihan tangan dan pencegahan penyakit menular.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia