Suara.com - Anda pasti pernah merasa mengantuk ketika harus bekerja dan membutuhkan konsentrasi. Biasanya orang mengatasi kondisi ini dengan minum kopi untuk mengatasi kantuk.
Sayangnya, tidak semua orang bisa minum kopi untuk mengatasi kantuk, terutama jika mereka memiliki riwayat penyakit lambung.
Padahal ada banyak cara mengatasi kantuk ketika butuh konsetrasi penuh. Dilansir oleh Bright Side, ada 7 cara untuk membantu seseorang mengatasi kantuk dan meningkatkan energinya.
1. Menggigit lemon
Rasa asam, seperti lemon bisa memeberikan efek mengejutkan yang seolah membangunkan atau membuka mata kita ketika merasa mengantuk. Jadi Anda bisa menggigit lemon ketika merasa mengantuk dan butuk konsentrasi.
2. Pijat telinga
Memijat telingan merupakan teknik biksu Buddha kuno untuk menghindari kantuk saat bermeditasi. Anda cukup menjepit cuping telinga dengan keras. Karena, menekan titik aktif pada daun telinga bisa membangunkan Anda ketika merasa mengantuk.
3. Menguap paksa
Saat mengantuk tapi butuh konsentrasi, Anda bisa menguap secara paksa. Gerakan menguap membantu mendinginkan otak secara alami.
Baca Juga: Li Wenliang Meninggal karena Virus Corona, Mirip Carlo Urbani dan SARS
Anda bisa melakukannya beberapa kali, sekitar 7-10 kali pengulangan. Lakukan cara ini sampai Anda merasa terbangun dan bugar kembali.
4. Mengunyah sesuatu
Saat mengantuk tapi butuh konsentrasi, cobalah mengunyah sesuatu dengan rasa mint yang kuat. Semakin kuat rasa mint dan kunyahannya, maka cara ini semakin efektif membangunkan Anda. Biasanya orang memilih mengunyah permen karet mint.
Jika Anda juga merasa lapar dan ingin mengonsumsi cemilan atau makanan berat, cobalah menghindari makanan dengan bawang mentah. Karena, bawang adalah obat penenang alami yang bisa memberikan rasa kantuk.
5. Gosokkan bawang bombay di tangan
Ambilnya 1 bawang bombay dan potong kecil-kecil, lalu haluskan. Setelah itu, campurkan bawang bombay yang sudah halus dengan madu lalu oleskan ke tangan. Tunggu 10 menit, setelah itu cuci sampai bersih menggunakan air dingin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS