Suara.com - Diperkirakan sebanyak 60 juta orang di dunia menderita Computer atau Sindrom Penglihatan Komputer. Sindrom ini menggambarkan sekelompok masalah mata dan terkait dengan penglihatan yang diakibatkan oleh penggunaan komputer, tablet, atau alat digital lainnya dalam waktu lama.
Kemungkinan Anda menderita sindrom penglihatan komputer jika sering sakit kepala, penglihatan kabur, sakit leher, kelelahan, ketegangan mata, mata kering, mata teriritasi, penglihatan ganda, vertigo atau pusing, poliopia, hingga kesulitan memfokuskan mata kembali.
Parahnya, sindrom penglihatan mata juga dapat memengaruhi produktivitas sehari-hari.
Umumnya, dokter akan merekomendasikan untuk mengistirahatkan mata dan ototnya untuk meredakan ketegangan mata. Mempraktikkan aturan 20-20-20 juga dapat membantu meringankan ketegangan mata.
Dilansir The Health Site, berikut beberapa cara lain untuk meningkatkan kesehatan mata:
1. Konsumsi sayuran hijau
Sayuran hijau kaya akan vitamin A, yang baik untuk kesehatan mata. Lutein dan zeaxanthin, nutrisi yang ada dalam sayuran berdaun hijau, juga memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang melindungi mata.
2. Mengonsumsi suplemen
Dokter merekomendasikan lutein dan zeaxanthin sebagai suplemen makanan untuk mencegah kehilangan penglihatan atau penyakit mata. Cobalah untuk mendapatkan setidaknya 20 - 25 mg lutein dan zeaxanthin dari suplemen atau sayuran.
Baca Juga: Bukan Kuning, Ternyata Ini Warna Cahaya Terbaik untuk Membuat Cepat Tidur
3. Kurangi waktu melihat layar
Jika tidak dapat mengurangi waktu layar selama bekerja, setidaknya batasi waktu hiburan yang dihabiskan di depan layar.
Cahaya biru yang keluar dari layar dapat meningkatkan risiko degenerasi makula. Terlalu banyak terpapar cahaya biru dapat merusak sel peka cahaya di retina, kata para peneliti.
4. Mengenakan kacamata baca
Selama bekerja, mungkin Anda harus menghabiskan lebih dari delapan jam per hari di layar. Hal ini menyebabkan kelelahan dan ketegangan mata.
Mengenakan kacamata baca bisa menghalangi sebagian cahaya yang datang dari layar dan membantu mengurangi jumlah ketegangan pada mata.
Berita Terkait
-
6 Pilihan Tablet Murah Terbaru 2026: Layar Lebar, Streaming Makin Puas
-
Xiaomi Siap Rilis Smart Band Anyar Bulan Ini: Layar Lebih Besar, Bodi Premium
-
Usai Rilis Global, HP Murah POCO C81 Pro Bersiap Masuk ke Indonesia
-
Rumor iPhone 18, Layar Diduga Turun Kualitas, Pakai Teknologi Lama Samsung?
-
5 HP Realme dengan Layar AMOLED, Visual Jernih dan Warna Tajam
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh