- Apple dilaporkan akan menggunakan material layar OLED M12+ yang lebih lama untuk iPhone 18 model standar.
- Varian iPhone 18 Pro mendapatkan teknologi layar OLED M16 yang jauh lebih canggih dan lebih efisien.
- Penggunaan layar lama pada model standar berpotensi menghambat efisiensi daya dari chipset A20 yang baru.
Suara.com - Kabar terbaru soal iPhone 18 mulai memicu perdebatan di kalangan penggemar gadget.
Bukan soal desain atau performa, melainkan layar, yang merupakan komponen penting yang justru dikabarkan mengalami penurunan kualitas pada model standar.
Berdasarkan laporan rantai pasokan yang dikutip dari Gizmochina, Jumat (24/4/2026), Apple disebut akan menggunakan material OLED M12+ dari Samsung untuk iPhone 18 versi reguler.
Material ini merupakan pengembangan dari M12, yang sebelumnya digunakan pada perangkat seperti iPhone 14 Pro dan Samsung Galaxy S23 Ultra.Artinya, teknologi layar yang dipakai bukan lagi generasi terbaru.
Sebaliknya, varian Pro dari iPhone 18 justru dikabarkan akan mengusung material OLED M16 yang lebih canggih. Perbedaan ini menandai potensi kesenjangan yang semakin lebar antara model standar dan Pro.
Meski secara visual mungkin tidak terlalu terlihat pada pandangan pertama, perbedaan utama justru terletak pada efisiensi daya.
Panel OLED generasi baru umumnya mampu menghasilkan tingkat kecerahan yang sama dengan konsumsi daya lebih rendah, sesuatu yang tidak dimiliki oleh material generasi lama.
Dampaknya bisa cukup signifikan dalam penggunaan sehari-hari.
Di satu sisi, iPhone 18 diprediksi akan ditenagai chip A20 terbaru dengan fabrikasi 2nm yang menjanjikan efisiensi tinggi.
Baca Juga: 5 HP Realme dengan Layar AMOLED, Visual Jernih dan Warna Tajam
Namun jika layar yang digunakan kurang hemat daya, peningkatan dari sisi chipset berpotensi tidak terasa maksimal, terutama dalam hal daya tahan baterai.
Dengan kata lain, performa efisien yang diharapkan bisa “tertahan” oleh komponen layar.
Apple memang masih punya opsi untuk mengatasi hal ini, misalnya dengan menanamkan baterai berkapasitas lebih besar. Namun, langkah tersebut lebih dianggap sebagai solusi praktis, bukan peningkatan teknologi yang sesungguhnya.
Strategi diferensiasi ini bisa jadi semakin jelas, di mana model Pro mendapatkan inovasi terbaru, sementara versi standar mulai mengandalkan teknologi generasi sebelumnya, seperti yang terjadi pada iPhone 18.
Berita Terkait
-
Penjualan iPhone Diprediksi Naik, hello Store Gelar Event Besar di 3 Kota
-
Bocoran iPhone 18 Pro, Apple Siapkan Warna Merah Tua, Android Diduga Menyalip Lebih Dulu!
-
Kurangi Ketergantungan Snapdragon, Samsung Tambah Porsi Exynos di Galaxy S27
-
3 Rekomendasi Smartwatch Samsung Termurah 2026, Fitur Canggih dan Stylish
-
Pakai Chip iPhone, Performa Gaming Laptop Murah MacBook Neo Lampaui Ekspektasi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 8 Juni 2026: Trik Cuan Event TWG Dapat Van Der Sar Gratis!
-
8 Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 17T Pro: David GadgetIn Puji Performanya
-
4 HP Flagship Paling Dicari Juni 2026: Xiaomi dan Samsung Populer, iPhone Laris
-
5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 8 Juni 2026: Senjata MP40 Kena Buff Tembus Armor, Segera Sikat Skin Gratis
-
5 HP dengan Perekaman Video 4K 60fps Terbaik, Hasil Anti Goyang untuk Konten Kreator Pemula
-
4 HP 5G Harga Terjangkau Layak Beli Juni 2026, Mulai 2 Jutaan Anti-Lemot
-
Lebih Murah Rp1,8 Juta, Ini Adu Spesifikasi Vivo V70 Lite vs Vivo V70 FE
-
Tecno Pova 8 Bersiap ke India dan Indonesia, Bawa Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
9 Wilayah Indonesia Terkena Tsunami Kecil Usai Gempa M7.7 di Filipina, Gempa Trending