Suara.com - Ada sekitar 3,2 juta bakteri yang hidup di dalam kamar mandi dan toilet. Jutaan bakteri tersebut tentu membahayakan kesehatan tubuh kita.
Sayangnya, kita seringkali tidak sadar ada kebiasaan buruk di dalam toilet dan kamar mandi, yang menyebabkan bakteri itu berpindah ke tubuh dan membahayakan kesehatan.
Akibatnya, Anda mungkin mengalami kulit berjerawat, sakit perut, dan lainnya. Oleh karena itu dilansir dari Bright Side, berikut ini kebiasaan di kamar mandi yang harus ditinggalkan.
1. Mandi menggunakan loofah atau shower puff
Pemakaian shower puff untuk menggosok kulit mati saat mandi bukan pilihan terbaik. Kulit mati yang membawa bakteri akan menempel di shower puff.
Sedangkan Anda pasti akan meninggalkan shower puff di dalam kamar mandi, yang bisa membantu perkembangan bakteri. Sebaiknya, gantilah shower puff secara berkala atau memakai item lain seperti waslap yang lebih aman.
2. Lupa menggosok atau mencuci beberapa titik di tubuh
Banyak bakteri dan jerawat yang mungkin tumbuh di seluruh tubuh Anda. Oleh karena itu, Anda harus membersihkan semua area tubuh dengan benar. Namun, orang seringkali melewatkan beberapa area tubuh yang sulit dijangkau saat mandi.
Area tubuh yang seringkali tidak terjangkau tangan, seperti kulit kepala, bagian bawah kaki, belakang telinga, dan kulit area tulang punggung.
Baca Juga: Jangan Tertipu, Ketahui 4 Mitos Cuci Darah yang Dikira Mengerikan!
3. Membawa gadget ke kamar mandi
Sekitar 90 persen orang selalu membawa gadget ke kamar mandi. Mereka pasti akan mencuci tangan setiap kali keluar toilet, tetapi mereka tidak mungkin mencuci gadgetnya.
Padahal gadget mungkin saja membawa banyak bakteri dari toilet. Sedangkan, kita pasti akan membawanya ketika makan, tidur dan aktivitas lainnya. Lebih baik bawalah koran atau buku bacaan ke toilet.
4. Meninggalkan handuk basah di kamar mandi
Kelembaban di kamar mandi membuat bakteri berkembang biak lebih baik dan cepat. Oleh karena itu, jangan sampai menyimpan handuk yang basah di kamar mandi.
Karena bakteri yang menempel di handuk basah bisa berkembang biak lebih banyak. Lebih baik jemur handuk basah di bawah terik matahari untuk membunuh bakteri.
5. Duduk di toilet lebih dari 15 menit
Duduk di toilet lebih dari 15 menit atau terlalu lama justru tidak baik untuk kesehatan. Menurut penelitian, kebiasaan ini bisa memberi tekanan ekstra pada vena yang akhirnya menyebabkan pendarahan.
Berita Terkait
-
Aqua Sanctuary di Milan Design Week: Cara Kamar Mandi Berevolusi Jadi Ruang Kesejahteraan Emosional
-
Orang Kencing Sembarangan Makin Tak Terkendali, Walkot New York Mau Bangun Toilet Rp62 Miliar
-
Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk
-
Intip Wanita Pemandu Kereta Odong-odong di Toilet, ABG 18 Tahun Ditangkap
-
Dilarang Berlama-lama: Cara Mengambil Manfaat dari 'Wangsit Kamar Mandi'
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI