Suara.com - Di saat wabah virus corona atau Covid-19 tengah merebak, masker jadi senjata andalan agar kita tidak mudah tertular atau tidak menularkan virus pada orang lain. Tingginya permintaan inilah yang membuat harga masker melambung.
Mirisnya, ada saja produsen masker nakal yang memanfaatkan momentum ini dengan membuat masker abal-abal yang tidak sesuai standar kesehatan WHO atau Kementerian Kesehatan RI. Lalu, bagaimana cara membedakannya?
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dr. Moh Adib Khumaidi, Sp. OT mengatakan pengguna harus bisa memastikan kualitas masker itu sendiri, termasuk adanya penyaring di dalam masker yang berfungsi sebagai filter debu ataupun virus.
"Tapi kalau untuk sehari-hari, kita sarankan masker bedah, jadi yang ada warna hijau di depannya, yang dalamnya warna putih, yang itu ada lapisan penyaringnya untuk molekul besar," ujar dr. Adib di Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2020).
Akibat jika kita tidak memakai masker yang sesuai standar ataupun tidak memiliki penyaring di dalamnya, maka masker itu akan sia-sia dan tidak berguna. Sehingga masker hanya berfungsi menahan angin.
"Ya (kalau masker palsu) dia tidak menjadi filter molekul, itu sama saja kita hanya menahan udara aja, karena masker itu fungsi dia menahan molekul yang berterbangan di sekitar kita, termasuk juga kita untuk menghindari tidak menularkan kepada orang lain," papar dr. Adib.
Menurut dokter spesialis orthopedi itu, untuk bisa tahu masker itu asli atau abal-abal, maka harus dilihat dengan adanya pembanding.
"Kalau masker palsu dan asli memang harus ada pembandingnya supaya lebih mudah, mana yang asli dan palsu," jelasnya.
Baca Juga: Di Tengah Isu Virus Corona Covid-19, Iran Geruduk Pabrik Masker Ilegal
Pada umumnya, ada 2 jenis masker yang biasanya beredar di tengah masyarakat, yakni masker bedah berwarna hijau dan masker N95. Dibanding masker bedah, N95 mampu menyaring molekul yang lebih kecil. Tapi masker jenis-jenis ini biasanya dipakai oleh petugas kesehatan.
"Tapi pada prinsipnya, kalau kami sarankan untuk aktivitas di luar untuk N95 itu lebih menyaring molekul kecil, khususnya untuk virus ini. Tapi dia biasanya dipakai oleh petugas kesehatan yang kontak dengan pasien," tutupnya.
Sebelumnya, pada Kamis, 27 Februari 2020, lalu polisi berhasil menggerebek produsen masker ilegal di Cilincing, Cakung, karena menjual masker yang tidak sesuai standar, juga tidak memiliki izin edar dari otoritas terkait.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus