Suara.com - Indonesia sekuat tenaga mengatasi pandemi virus corona Covid-19. Salah satu cara yang diserukan pemerintah adalah belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Sontak kemarin, Senin (16/3/2020), tagar #dirumahaja merajai Twitter.
Sebuah video berdurasi 1 setengah menit dibagikan oleh dr. Nahla Shihab, SpKK di media sosialnya. Video kolaborasi yang terdiri dari 11 dokter dari berbagai spesialisasi itu ikut mendukung gerakan #dirumahaja. Kesebelas dokter menjabarkan apa dan bagaimana virus SARS CoV 2 ini menular, juga siapa saja orang-orang yang rentan terinfeksi hingga menyebabkan kematian.
"Teman-teman setanah air, virus corona penyebab Covid-19 adalah virus baru, yang hingga saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Virus ini bisa menyebar dengan sangat cepat terutama di area ramai," ujar seorang dokter umum dan seorang dokter spesialis THT, bedah kepala, dan leher.
"Jika orang-orang dengan daya tahan tubuh rendah tertular, maka gejala yang dialami dapat sangat berat, hingga dapat menyebabkan kematian. Orang-orang dengan sistem imun yang baik, dapat sembuh sendiri dari penyakit ini," ujar dokter spesialis penyakit dalam bersama dengan seorang ahli gizi.
"Setiap orang dapat terinfeksi dan dapat menularkan virus ini. Orang tanpa gejala juga dapat menularkan virus ini," sambung dokter spesialis mata dan dokter spesialis anak.
Selanjutnya, mereka menjabarkan cara pencegahan dan pengendalian virus ini agar bisa terkendali, juga agar petugas medis yang berjibaku bisa menangani semua pasien dengan gejala berat.
Cara pencegahan itu terdiri dari 3 langkah aksi, yakni jaga jarak dengan orang lain, hindari keramaian, dan berdiam diri di rumah untuk melakukan aktivitas bekerja, belajar, maupun hiburan.
"Social distancing, jaga jarak dan hindari keramaian adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus ini lebih luas. Di rumah aja adalah pilihan terbaik untuk dilakukan," jelas dokter spesialis paru dan okupasi.
"Jika terpaksa harus keluar dari rumah, maka jaga jarak dengan orang minimal sejauh 1 meter. Dan sering jaga kebersihan dengan cara sering cuci tangan," sambung dokter spesialis obstretri dan ginekologi.
Baca Juga: Bintang Film Avengers Idris Elba Positif Virus Corona
Maka, dengan 3 langkah itu kita bisa memutus rantai penularan, dan melindungi orang yang disayangi, yang apabila terkena virus ini akan bergejala berat, mengalami komplikasi, hingga kematian.
"Yuk, kita putus rantai penularan, dimulai dari diri kita sendiri. Yuk, kita lindungi orang-orang yang kita cintai, orang tua kita, kakek nenek kita, anak-anak kita, dan orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah dengan cara jaga jarak, hindari keramaian, di rumah aja," tutup dokter spesialis jantung dan kulit kelamin.
Adapun para lintas dokter itu ialah sebagai berikut:
- Dr. Irene (dokter umum)
- Dr. Rangga Rayendra Saleh SpTHT-KL (Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala & Leher)
- Dr. Borries Foresto SpPD (Spesialis Penyakit Dalam)
- Dr. Raissa E Djuanda, M.Gizi, Sp.GK (Spesialis Gizi Klinik)
- Dr. Ari Prayogo, SpA (Spesialis Anak)
- Dr Alia Arianti SpM (Spesialis Mata)
- Dr Jaka Pradipta SpP (Spesialis Paru)
- Dr Dewi Yunia, Sp. Ok (Spesialis Kedokteran Okupasi) (Ked.Komunitas)
- Dr Darrell Fernando, SpOG (Spesialis Obstetri dan Ginekologi)
- Dr. Priyandini Wulandari SpJP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah)
- Dr. Nahla Shihab, SpKK (Spesialis Kulit dan Kelamin)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh