Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 yang meningkat cepat secara global, membuat banyak orang khawatir dan ketakutan. Mereka berusaha melindungi diri agar tak tertular virus corona Covid-19.
Misalnya, mereka menggunakan sarung tangan ketika memencet tombol lift hingga membuka pintu pakai siku. Karena virus corona Covid-19 diketahui bisa bertahan hidup di permukaan selama berjam-jam.
Para peneliti dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular di Montana dilansir oleh Mirror, virus corona Covid-19 bisa bertahan hidup di kardus, plastik hingga baja.
Analisis mereka menunjukkan bahwa virus bisa bertahan 4 jam di tembaga dan 24 jam di kardus. Tetapi, virus corona Covid-19 lebih bertahan lama di plastik dan stainless steel, yakni selama 3 hari.
Tapi, bagaimana virus corona Covid-19 bertahan di pakaian?
Dr. Akash Petel, seorang GP dan Direktur Medis di MyHealthcareClinic menjelaskan bahwa lamanya virus corona Covid-19 bisa bertahan lama di pakaian atau kain masih belum diketahui.
"Kami masih terus mencari tahu lebih banyak tentang virus corona Covid-19 hari demi hari. Sekarang ini tidak ada penelitian yang mengatakan berapa lama virus corona Covid-19 bertahan hidup di pakaian," kata Akash Petel.
Namun, penelitian terdahulu telah menyarankan virus bisa bertahan lebih lama pada permukaan yang lebih keras, seperti plastik dan logam. Karena, virus bisa bertahan selama beberapa hari pada permukaan tersebut.
Sedangkan, belum ada penelitian yang menemukan virus bisa bertahan di kain atau tidak. Tetapi, Akash Petel menduga bahwa virus corona Covid-19 tidak bisa bertahan lama di permukaan yang lunak seperti kain.
Baca Juga: China Sebut Obat Flu Pabrikan Jepang Efektif Lawan Corona Covid-19
Pakar medis pun membagikan beberapa saran untuk mencuci pakaian, terutama jika seseorang di rumah terinfeksi virus corona Covid-19.
"Jika Anda mencuci pakaian orang yang terduga virus corona Covid-19, pastikan Anda mencucinya pakai sarung tangan sekali pakai, cucilah tangan setelah mencuci pakaian dan hindari menyentuh wajah ketika mencuci pakaian," ujarnya.
CDC telah merekomendasikan mencuci pakaian pada suhu air tinggi sesuai dengan item pakaian dan deterjen normal harus cukup untuk meminalkan risiko dan memastikan pakaian sudah kering.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?