Suara.com - Keren! Bikin Vaksin, Ilmuwan Singapura Pelajari Gen Virus Corona Covid-19
Negara-negara di dunia saat ini tengah berlomba untuk membuat vaksin virus Corona Covid-19 yang tengah menjadi pandemi. Selain Amerika Serikat, China, dan Jepang, Singapura pun kabarnya tengah melakukan riset untuk vaksin.
Para ilmuwan di Singapura mengatakan telah mengembangkan cara untuk melacak perubahan genetik yang mempercepat pengujian vaksin virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 16.000 orang di seluruh dunia.
Ilmuwan Duke-NUS Medical School menyatakan teknik mereka hanya memerlukan beberapa hari untuk mengevaluasi vaksin potensial yang disediakan Arcturus Therapeutics, sebuah perusahaan bioteknologi Amerika yang telah bermitra dengan kampus itu untuk uji coba tersebut.
Waktu yang diperlukan lebih dibandingkan dengan waktu berbulan-bulan yang biasanya diperlukan untuk pengujian berdasarkan respons manusia.
"Anda bisa tahu dari cara gen berubah---gen apa yang dihidupkan, apa yang dimatikan," kata Ooi Eng Eong, wakil direktur program penyakit menular Duke-NUS Medical School, dilansir Antara, Rabu (25/3/2020).
Penilaian cepat atas perubahan yang dipicu oleh vaksin memungkinkan para ilmuwan menentukan efektivitas dan efek sampingnya, alih-alih hanya mengandalkan respons dari manusia yang menerimanya.
Saat ini, tidak ada obat yang disetujui atau vaksin pencegahan yang melawan virus, dengan sebagian besar pasien hanya menerima perawatan pendukung, seperti bantuan pernapasan. Para ahli mengatakan proses menyiapkan vaksin bisa memakan waktu satu tahun atau lebih.
Ooi mengatakan dia berencana untuk mulai menguji vaksin pada tikus dalam waktu sekitar satu minggu, dengan uji coba manusia diperkirakan dilakukan pada paruh kedua tahun ini.
Baca Juga: Setelah AS, Kini Giliran Jepang Kembangkan Vaksin Corona Covid-19
Perusahaan-perusahaan farmasi dan para peneliti di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan vaksin dan perawatan untuk virus yang telah menginfeksi lebih dari 377.000 orang.
Upaya-upaya ini termasuk remdesivir, obat antivirus eksperimental dari Gilead Sciences Inc dan terapi turunan plasma dari Takeda Pharmaceutical Co. Jepang.
Dalam langkah kunci menuju pengembangan metode diagnostik, para ilmuwan Duke-NUS membantu membiakkan virus pada akhir Januari, beberapa hari setelah Singapura mengonfirmasi kasus pertamanya. Tindakan ini membuatnya menjadi negara ketiga, di luar China, yang membudidayakan virus.
Langkah pertama adalah tes untuk mendeteksi antibodi virus bahkan pada mereka yang sudah pulih, sangat penting dalam menahan penyebaran virus di Singapura, yang telah menuai pujian global.
Dari penemuan hingga perizinan, pengembangan vaksin di masa lalu bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun, tetapi Ooi mengatakan sains sekarang dapat menawarkan respons yang jauh lebih cepat.
"Semua orang berlomba untuk menang, tetapi kami seperti sedang menulis buku pedoman di saat gim sedang dimainkan," tambahnya. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah