Bagaimana dengan menggunakan humor sebagai terapi kejiwaan? Dr. Andre mengatakan ada orang yang mungkin cocok, ada pula yang tidak.
Menurut pengalamannya, terkadang ada pasien yang datang dan bercerita sembari menyelipkan sedikit becandaan. Rupanya memang si pasien sering mengatasi hal-hal yang sulit baginya dengan humor.
"Dari situ kita bisa mengarahkan terapi juga supaya dia bisa melihat (kondisi kejiwaan) dari sisi lucunya dia. Tapi kalau misalnya ada orang serius, saya suruh becanda, ya nggak bisa," katanya.
Ia menyebut warganet Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari menyelipkan humor ini, karena mereka cenderung membagikan dua hal di media sosial, berita yang membawa rasa sakit, dan berita yang membawa kesenangan.
Lalu apakah ada banyak penelitian mengenai orang yang humoris atau suka becanda dan tertawa memiliki kesehatan jiwa yang lebih bagus? Dr. Andre menjawab secara umum iya, karena secara tidak langsung mereka yang sering tertawa dengan alasan (bukan yang spontan) memiliki kesehatan menyeluruh yang baik.
Ketika seseorang tertawa lepas, tubuh berubah menjadi tegang ke rileks dan tenang. Endorfin atau internal morfin membuat kita lebih kalem dan mengurangi rasa sakit.
"Kalau mau kita bahagia, ya banyak-banyak ketawa. Ketawanya gimana? Ketawa yang bener-bener lepas dan alami," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien