Suara.com - Di bulan Februari 2020, Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan kasus virus corona baru atau Covid-19 terbanyak. Pada akhir Februari dan awal Maret, jumlah infeksi virus corona baru di negara itu meledak, dari yang semula hanya beberapa lusin menjadi ribuan.
Namun selanjutnya, seperti dikutip dari cuitan Scott Gottlieb, mantan komisioner Food and Drug Administration, "Korea Selatan menunjukkan Covid-19 dapat dikalahkan dengan kesehatan masyarakat yang cerdas dan agresif."
Sebab dalam hitungan minggu setelah jumlah infeksi meledak, kasus corona Covid-19 di sana menurun tajam. Diketahui pada puncaknya, para pekerja medis mengidentifikasi 909 kasus baru dalam satu hari di 29 Februari.
Namun kini, saat Italia masih mencatat beberapa ratus kematian setiap hari, Korea Selatan tidak memiliki lebih dari delapan dalam sehari.
Korea Selatan dipuji atas respons cepat menangani dan melakukan tes corona. Dilaporkan Korea Selatan melakukan 15.000 tes setiap hari, total sudah 338.000 tes yang dilakukan sampai 23 Maret.
Bagaimana Korea Selatan dapat dengan begitu baik mengatasi pandemi corona?
Dalam salah satu video yang diunggah channel Asian Boss di YouTube pada Sabtu (28/03/2020), seorang ahli penyakit menular asal Korea Selatan menjabarkan alasannya.
Kim Woo-Ju, profesor di departemen penyakit menular di Korea Univesity College of Medicine menyebut kesigapan itu tak terlepas dari pengalaman Korea Selatan melawan wabah.
Korea Selatan sudah pernah melewati flu babi di 2009 dan MERS di 2005, sehingga banyak masyarakat di sana yang sudah teredukasi. Mereka sadar untuk memakai masker dan mencuci tangan rutin untuk mencegah infeksi.
Baca Juga: Presiden Korea Selatan dan Pejabat Tinggi Sumbangkan Gaji demi Lawan Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan